Selasa, 24 Mei 2022

Muhammadiyah Minta Pemerintah Cepat Antisipasi Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Sapi

Sekretaris Umum Pimpinan Muhammadiyah, Abdul Mukti saat menghadiri acara silaturahmi di UMP, Jumat (13/5/2022).(Foto : Hermiana E.Effendi)

Pemerintah diminta secara cepat melakukan antisipasi terhadap penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi. Sebab, meskipun masih dalam skala kecil, namun penyebaran PMK sangat cepat.


Purwokerto, Serayunews.com

Sekretaris Umum Pimpinan Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengingatkan, kasus PMK pada sapi ini jangan sampai menjadi politis. Dimana dengan alasan kekurangan stok sapi, karena banyak sapi yang terpapar PMK, kemudian pemerintah melakukan impor sapi besar-besaran saat momentum Hari Raya Iduladha nanti.

Baca juga  Remaja 16 Tahun di Banyumas, Jadi Maling Spesialis Pembobol Sekolah dan Perkantoran

“Permasalahan PMK pada hewan ini memang masih belum banyak, tetapi penyebarannya cepat karena penyebabnya virus. Yang tidak kalah pentingnya adalah dampak psikologis serta politis yang ditimbulkan, karena itu kami berharap pemerintah, dalam hal ini terutama Kementan segera melakukan antisipasi penyebaran PMK, serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Abdul Mu’ti usai menghadiri acara silaturahmi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jumat (13/5/2022).

Abdul Mu’ti mengingatkan, permasalahan PMK pada hewan ini harus disikapi serius dan tidak bisa diabaikan. Mengingat kesehatan hewan juga akan berdampak pada kesehatan manusia yang mengonsumsi daging hewan tersebut.

Baca juga  TMMD Sengkuyung Kodim 0701 Banyumas, Bangun Akses Wisata ke Curug Kalikawung di Desa Krajan Pekuncen

“Saya berharap PMK ini cepat teratasi, sehingga pada bulan Juli mendatang umat Islam bisa melaksanakan ibadah qur’ban dengan tenang dan merasa aman,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, kasus PMK pada sapi ini mulai ditemukan pada beberapa daerah. Di Jawa Timur misalnya, ada empat daerah yang sudah menyatakan PMK sebagai wabah, yaitu di Sidoarjo, Lamongan, Gresik, dan Mojokerto. Selain itu, kasus PMK pada sapi juga ditemukan pada beberapa wilayah di Aceh.

Berita Terkait

Berita Terkini