
SERAYUNEWS – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat Indonesia mulai mencari informasi mengenai kondisi cuaca selama periode mudik Lebaran 2026.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah kapan musim hujan 2026 akan berakhir dan apakah perjalanan mudik masih berpotensi diganggu oleh hujan.
Informasi ini menjadi penting karena jutaan orang biasanya melakukan perjalanan pulang kampung setiap Lebaran.
Kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi kelancaran perjalanan, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Berdasarkan pemantauan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim hujan hingga sekitar Maret 2026.
Hal ini juga berkaitan dengan fenomena iklim global yang memengaruhi pola curah hujan di berbagai daerah.
Menurut analisis klimatologi terbaru, musim hujan 2025–2026 diprediksi berlangsung sedikit lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu penyebabnya adalah pengaruh fenomena La Nina yang masih terjadi meskipun dalam kategori lemah.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa fenomena La Nina diperkirakan mulai melemah secara bertahap menjelang akhir Maret 2026.
Setelah periode tersebut, kondisi iklim di Indonesia diprediksi mulai kembali normal.
Ia menyebutkan bahwa sebagian wilayah seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diperkirakan mulai keluar dari musim hujan pada rentang akhir Februari hingga Maret.
Setelah fase tersebut, wilayah tersebut akan perlahan memasuki musim kemarau yang biasanya berlangsung hingga sekitar September.
Meski demikian, pola musim di Indonesia tidak selalu sama di setiap daerah. Wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Riau, hingga Sumatra Barat memiliki karakteristik iklim berbeda karena dapat mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam satu tahun.
BMKG juga memproyeksikan bahwa musim kemarau 2026 akan mulai muncul secara bertahap sejak April.
Pada periode ini, sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai mengalami peralihan dari musim hujan menuju musim kering.
Daerah yang berpotensi lebih awal memasuki musim kemarau antara lain sebagian wilayah pesisir utara Jawa bagian barat, beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta kawasan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, sebagian kecil wilayah di Kalimantan dan Sulawesi juga diperkirakan mulai mengalami kondisi yang lebih kering.
Selanjutnya, jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau diprediksi terus bertambah pada bulan Mei dan Juni.
Dengan kata lain, peralihan musim di Indonesia akan berlangsung secara bertahap hingga pertengahan tahun.
Idulfitri 1447 H diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026 bagi warga Muhammadiyah, sementara pemerintah kemungkinan menetapkan 21 Maret 2026 melalui sidang isbat.
Artinya, periode mudik Lebaran akan berlangsung pada saat musim hujan masih berlangsung di sebagian wilayah Indonesia.
BMKG memprediksi kondisi cuaca selama bulan Maret 2026 secara umum masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Namun, masyarakat tetap diminta mewaspadai kemungkinan hujan dengan intensitas lebih tinggi di beberapa daerah.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat antara lain Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, serta kawasan pegunungan Papua.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi para pemudik yang akan melintasi jalur darat maupun menggunakan transportasi laut.
Untuk memudahkan pemantauan cuaca, BMKG membagi proyeksi kondisi atmosfer selama Maret menjadi tiga periode.
Pada awal bulan, yakni 1 hingga 10 Maret, sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.
Kondisi yang hampir sama diprediksi masih terjadi pada periode 11 hingga 20 Maret.
Memasuki akhir bulan, yaitu antara 21 hingga 31 Maret, intensitas hujan ringan hingga sedang masih mendominasi, tetapi potensi hujan lebat di sejumlah wilayah diperkirakan meningkat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru sebelum melakukan perjalanan mudik.
Informasi tersebut dapat diperoleh melalui aplikasi resmi InfoBMKG atau melalui situs resmi lembaga tersebut.
Pemudik juga disarankan menghindari perjalanan ketika hujan lebat disertai angin kencang karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Bagi pengguna transportasi laut, informasi mengenai tinggi gelombang laut juga perlu diperhatikan sebelum berlayar.
Dengan memahami kondisi cuaca dan mempersiapkan perjalanan secara matang, masyarakat diharapkan dapat menjalani mudik Lebaran 2026 dengan lebih aman dan nyaman.***