
SERAYUNEWS- Musim hujan identik dengan air berlimpah dan udara lembap. Namun siapa sangka, tanaman hias di dalam ruangan justru rentan mengalami kekeringan di musim ini.
Fenomena ini kerap luput dari perhatian para pecinta tanaman. Padahal, kondisi ini bisa membuat tanaman hias kesayangan layu bahkan mati jika tidak ditangani dengan tepat.
Penggunaan sumber panas seperti pemanas ruangan atau kompor kayu selama cuaca dingin dapat mengubah kualitas udara dalam ruangan secara drastis. Kondisi ini menyebabkan udara menjadi kering dan kelembapan menurun.
Justin Hancock, hortikulturis dari Costa Farms, menjelaskan bahwa udara kering akibat penggunaan pemanas bisa berdampak buruk pada tanaman hias. Tanaman yang terbiasa dengan kelembapan tinggi akan mengalami stres dan akhirnya kekeringan.
Selain itu, musim hujan sering disertai langit mendung yang membuat tanaman kekurangan sinar matahari untuk proses fotosintesis. Kurangnya cahaya membuat tanaman melemah dan lebih rentan terhadap berbagai masalah.
Langkah pertama adalah meningkatkan kelembapan udara di sekitar tanaman. Hancock merekomendasikan penggunaan pelembap udara (humidifier) sebagai cara paling efektif.
Ia juga menyarankan untuk menempatkan satu pelembap udara di ruangan yang memiliki banyak tanaman.
Jumlah tanaman yang sama akan merasakan kelembapan yang sedikit lebih tinggi di ruangan kecil dibandingkan di ruangan yang lebih besar.
Meski banyak yang menggunakan semprotan air untuk menjaga kelembapan tanaman, Hancock memperingatkan bahwa efeknya hanya bersifat sementara. Setelah tetesan air menguap dari daun, kelembapan yang ditambahkan akan menyebar ke seluruh ruangan.
“Kelembapan dalam jumlah kecil tersebut, setelah menyebar, sebenarnya tidak memberikan dampak signifikan terhadap kelembapan keseluruhan ruangan,” jelas Hancock.
Oleh karena itu, penggunaan humidifier tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga kelembapan tanaman secara konsisten.
Cara lain untuk mencegah tanaman hias dari kekeringan adalah dengan mempertimbangkan penurunan suhu ruangan. Suhu yang terlalu tinggi akibat penggunaan pemanas dapat membuat udara semakin kering.
Sumber panas seperti pemanas udara, pemanas dinding, radiator kuno, atau kompor kayu dapat secara drastis mengubah kualitas udara dalam ruangan.
Menurunkan intensitas penggunaan pemanas bisa membantu menjaga kelembapan tetap stabil.
Musim hujan sering disertai cuaca mendung yang membuat tanaman kekurangan sinar matahari. Padahal, tanaman membutuhkan cahaya agar bisa tumbuh subur dan sehat.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemilik tanaman bisa memberikan cahaya tambahan dengan lampu khusus tanaman (grow light). Lampu ini membantu proses fotosintesis tetap berjalan meski sinar matahari minim.
Bagi tanaman yang diletakkan di luar ruangan, genangan air hujan justru bisa menjadi masalah serius. Genangan dapat menghilangkan nutrisi tanah sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman.
Pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup agar air bisa mengalir keluar dengan lancar. Sistem drainase yang baik akan mencegah akar tanaman membusuk akibat tergenang air terlalu lama.
Pada musim hujan, udara sudah lembap dan tanah cenderung tetap basah. Menyiram tanaman terlalu sering justru bisa membuat akar kesulitan bernapas karena kekurangan oksigen.
Gunakan metode cek jari dengan memasukkan jari sedalam 3-4 cm ke dalam tanah. Jika masih terasa lembap, tunda penyiraman hingga tanah benar-benar kering.
Jangan lupa untuk memeriksa tanaman hias secara berkala selama musim hujan. Segera singkirkan daun gugur atau batang yang patah di sekitar tanaman.
Dengan memangkas bagian yang telah kering atau rusak, penampilan tanaman tetap terjaga sekaligus mencegah penyebaran penyakit ke bagian tanaman lainnya.***