SERAYUNEWS – Musim hujan sering kali dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit pernafasan, salah satunya pneumonia.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah.
Cuaca dingin dan lembap menjadi faktor utama yang mendorong adanya perkembangan bakteri, virus, atau jamur penyebab pneumonia.
Maka dari itu, penting untuk mengenali apa saja gejalanya agar dapat segera mengambil tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat.
Saat musim hujan tiba, terjadi perubahan suhu dan tingkat kelembapan yang signifikan. Jadi, secara tidak langsung ini dapat memengaruhi sistem pernapasan manusia.
Berikut beberapa faktor utama yang menyebabkan peningkatan kasus pneumonia selama musim hujan.
– Udara Dingin dengan Tingkat Kelembapan Tinggi
Tubuh kita lebih rentan terhadap infeksi pernapasan saat udara dalam kondisi dingin.
Apalagi, kelembapan tinggi akan menciptakan ruang bagi bakteri dan virus berkembang biak, hingga meningkatkan kemungkinan penyebaran berbagai penyakit.
– Meningkatnya Infeksi Saluran Pernapasan Atas
Batuk, pilek, dan flu umumnya lebih banyak terjadi selama musim hujan.
Jika infeksi ini tidak mendapat penanganan dengan baik, dapat berkembang dan berakhir menjadi pneumonia. Virus flu misalnya, bisa menjadi pemicu utama pneumonia viral.
– Sirkulasi Udara yang Kurang Baik
Saat hujan tiba, biasanya orang-orang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan dengan ventilasi yang kurang baik.
Hal ini akan meningkatkan risiko penularan penyakit pernapasan, termasuk pneumonia.
– Kondisi Lingkungan yang Kotor
Bekas genangan air dan cuaca lembab bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur.
Maka dari itu, Anda harus rajin membersihkan lingkungan terutama di area yang sering dikunjungi.
Seseorang yang sering terpapar lingkungan yang tidak bersih lebih rentan mengalami infeksi pernapasan.
Mengenali gejala pneumonia sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Beberapa tanda ini perlu Anda waspadai.
– Demam dan Menggigil
Penderita pneumonia sering mengalami demam tinggi disertai menggigil. Ini adalah reaksi tubuh dalam melawan infeksi.
– Batuk Berkepanjangan
Batuk yang tak kunjung reda dan semakin parah bisa menjadi tanda pneumonia, terutama jika beserta dahak berwarna kekuningan, kehijauan, atau berdarah.
– Sesak Napas dan Nyeri Dada
Infeksi paru-paru menyebabkan peradangan yang membuat napas terasa berat dan sesak. Beberapa orang juga mengalami nyeri dada saat bernapas dalam.
– Kelelahan dan Lemah
Karena tubuh bekerja keras untuk melawan infeksi, penderita pneumonia sering merasa sangat lelah dan lemah, bahkan setelah istirahat cukup.
– Kulit dan Bibir Kebiruan
Dalam kasus yang lebih serius, pneumonia dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah, menyebabkan kulit dan bibir tampak kebiruan. Ini adalah tanda darurat medis yang memerlukan penanganan segera.
Musim hujan membawa risiko kesehatan yang lebih tinggi, termasuk pneumonia.
Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, cukup istirahat, serta lingkungan bersih sangat penting untuk mengurangi risiko terkena infeksi ini.
Jika mengalami gejala mencurigakan, segera konsultasikan dengan tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat sebelum kondisi memburuk.***