
BANYUMAS, SERAYUNEWS – Dampak musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino mulai terasa signifikan di wilayah Kabupaten Banyumas. Kekeringan kini telah meluas hingga mengancam belasan desa, disusul oleh maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menjelaskan bahwa kemarau tahun 2026 diprakirakan bakal berlangsung lebih panjang dengan suhu udara yang jauh lebih panas dari biasanya.
“BPBD Kabupaten Banyumas terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dan penanganan karhutla berjalan optimal selama musim kemarau,” kata Dwi Irawan, Selasa (21/07/2026).
Berdasarkan data pemetaan BPBD dari pengalaman kemarau panjang tahun 2023 lalu, terdapat potensi kekeringan di 81 desa yang tersebar di 19 kecamatan, dengan konsentrasi rawan terbesar berada di wilayah selatan Banyumas.
Hingga Sabtu (18/7/2026), dampak kekeringan nyata telah melanda 14 desa dan kelurahan. Krisis air bersih ini berdampak langsung pada fasilitas umum: 2 titik, Kepala Keluarga (KK): 3.959 KK, dengan jumlah jiwa: 12.956.
Untuk meringankan beban warga, BPBD Banyumas merespons cepat dengan mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 42 ritase (total 21.000 liter air) ke lokasi-lokasi terdampak.
Daftar Wilayah Terdampak Kekeringan di Banyumas Kecamatan Karanglewas: Desa Tamansari, Desa Pasir Lor, Desa Kediri. Kecamatan Cilongok: Desa Rancamaya, Desa Panusupan. Kecamatan Sumpiuh: Desa Nusadadi, Desa Karanggedang. Kecamatan Kemranjen: Desa Kedungpring, Desa Karangsalam
Purwokerto Timur: Kelurahan Sokanegara. Kecamatan Jatilawang: Desa Karanglewas. Kecamatan Patikraja: Desa Kedungwuluh Lor. Kecamatan Tambak: Desa Buniayu. Kecamatan Ajibarang: Desa Sawangan
Selain krisis air bersih, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian serius. BPBD Banyumas mencatat sudah ada empat titik kejadian karhutla di lokasi berbeda selama musim kemarau ini.
Masing-masing Desa Pamijen (Kec. Sokaraja): 2 hektare, Kelurahan Teluk (Kec. Purwokerto Selatan): 2 hektare. Desa Karangtalun Kidul (Kec. Purwojati): 1 hektare. Desa Grendeng (Kec. Purwokerto Utara): 0,3 hektare
Pemerintah Kabupaten Banyumas mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, menghemat penggunaan air bersih, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di area terbuka.