
SERAYUNEWS – Nama Nana Kencanawati tengah menjadi perbincangan publik setelah sebuah tangkapan layar komentar di media sosial viral dan menuai beragam reaksi. Lantas, dia dari partai apa?
Sosok tersebut yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon itu menjadi sorotan.
Pasalnya, ia diduga memberikan komentar yang dinilai merendahkan fisik seorang warga yang menyampaikan penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nana Kencanawati merupakan politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra.
Perempuan bernama lengkap Hj. Nana Kencanawati, S.Pd. itu saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon periode 2024–2029.
Posisi tersebut menjadikannya salah satu pimpinan legislatif di Kabupaten Cirebon yang memiliki peran dalam mengawal berbagai kebijakan daerah, fungsi pengawasan, hingga penyusunan regulasi bersama pemerintah daerah.
Sebelum menjadi pimpinan DPRD, Nana terlebih dahulu menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Cirebon pada periode 2019–2024.
Pada Pemilu Legislatif 2024, ia kembali mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Cirebon dengan perolehan sekitar 13.331 suara.
Nana Kencanawati terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Cirebon 6. Wilayah dapil tersebut meliputi:
Selama menjadi legislator, Nana dikenal aktif menyampaikan pandangan terkait berbagai isu pembangunan daerah.
Beberapa isu yang pernah menjadi perhatian antara lain persoalan ketenagakerjaan, transparansi pengelolaan aset daerah, pembangunan infrastruktur, hingga kebijakan yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Kontroversi yang menyeret nama Nana Kencanawati bermula dari aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Bangkrut” yang digelar sejumlah organisasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Cirebon.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan berbagai tuntutan terkait sejumlah program dan kebijakan pemerintah.
Beberapa isu yang disampaikan meliputi distribusi BBM bersubsidi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga sejumlah regulasi yang dinilai perlu dievaluasi.
Di tengah aksi tersebut, seorang warga yang dikenal dengan nama Mak Denok atau Made Nok ikut menyampaikan aspirasinya.
Dalam rekaman yang kemudian beredar luas di media sosial, ia menyampaikan kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
“Saya mewakili emak emak ikut unjuk rasa, banyak anak yang tidak bisa meneruskan pendidikan, hentikan MBG. Kami hanya butuh pendidik murah, kesehatan murah, sandang pangan murah,” teriak Made Nok.
Pernyataan tersebut kemudian diunggah oleh sejumlah akun media sosial dan media massa sehingga mendapat perhatian publik.
Polemik berkembang setelah akun Instagram yang disebut-sebut milik Nana Kencanawati memberikan komentar pada salah satu unggahan terkait aksi tersebut.
Komentar yang kemudian tersebar dalam bentuk tangkapan layar itu berbunyi:
“Lagian siapa yang mau ngasih lo makan?, udah GEMBROT!,”
Komentar tersebut kemudian menjadi perbincangan karena dianggap menyerang fisik atau mengandung unsur body shaming terhadap warga yang menyampaikan pendapatnya.
Meski komentar itu kemudian dilaporkan telah dihapus, tangkapan layar yang beredar lebih dahulu membuat perdebatan terus berlangsung di ruang publik.
Banyak warganet menilai bahwa pejabat publik seharusnya memberikan contoh komunikasi yang santun, terlebih ketika menghadapi kritik atau perbedaan pendapat dari masyarakat.
Usai pernyataan tersebut viral, Nana Kencanawati akhirnya menyampaikan permohonan maaf.***