
SERAYUNEWS — Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas Tol Trans Jawa. Untuk mengantisipasi kepadatan, Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way lokal di jalur tersebut.
Kebijakan ini diberlakukan di ruas KM 132 hingga KM 70 sebagai upaya memperlancar arus kendaraan yang mengarah ke Jakarta.
Ruas tersebut menjadi salah satu titik krusial yang kerap mengalami kepadatan saat arus balik dari wilayah Jawa Tengah menuju Jabodetabek.
Penerapan sistem one way lokal dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan. Sistem ini memungkinkan kendaraan bergerak satu arah pada jalur tertentu untuk meningkatkan kapasitas jalan.
Petugas mulai melakukan sosialisasi pada pukul 07.30 WIB, dilanjutkan dengan proses clearance untuk mempersiapkan jalur menghadapi peningkatan arus balik. Pada tahap awal, rekayasa lalu lintas diterapkan dari KM 132 hingga KM 70.
Korlantas Polri menyiapkan skema lanjutan jika terjadi peningkatan volume kendaraan. Tahap kedua akan diberlakukan dari KM 169 hingga KM 70, sementara tahap ketiga direncanakan dari KM 188 hingga KM 70 apabila kepadatan terus meningkat.
Pengaturan bertahap ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi lalu lintas secara real time. Petugas juga disiagakan di sejumlah titik guna memastikan arus kendaraan tetap terkendali.
Lonjakan kendaraan pada arus balik mulai terlihat sejak beberapa hari setelah Lebaran. Sebagian pemudik memilih kembali lebih awal untuk menghindari puncak kemacetan.
Namun demikian, kepadatan tetap terjadi di jalur utama, terutama di ruas tol Trans Jawa. Kondisi ini mendorong penerapan rekayasa lalu lintas sebagai langkah untuk menjaga kelancaran perjalanan.
Selain sistem one way lokal, petugas juga menyiapkan skema lain seperti contra flow apabila diperlukan. Seluruh kebijakan diterapkan berdasarkan kondisi di lapangan.
Pengguna jalan diminta untuk mengikuti arahan petugas dan rambu lalu lintas yang berlaku agar pengaturan berjalan efektif.
Pengendara yang melintasi Tol Trans Jawa diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan ketersediaan bahan bakar.
Selain itu, pengemudi diminta menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Istirahat yang cukup diperlukan untuk menghindari kelelahan saat berkendara.
Penggunaan rest area juga perlu diperhatikan mengingat potensi kepadatan saat arus balik. Pengaturan waktu berhenti menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan.
Korlantas Polri menyatakan pengaturan lalu lintas akan terus dilakukan hingga arus balik berakhir. Pemantauan dilakukan secara intensif di sejumlah titik strategis di jalur tol.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan serta mengurangi potensi kemacetan. Rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Arus balik Lebaran setiap tahun menjadi periode dengan mobilitas tinggi. Pengaturan yang dilakukan diharapkan dapat mengurai kepadatan secara bertahap di ruas Tol Trans Jawa.