
CILACAP, SERAYUNEWS – Musim kemarau membuat sebagian warga di Kabupaten Cilacap mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cilacap bersama Dharma Wanita Persatuan Bapenda.
Keduanya menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Cilacap. Sebanyak tiga tangki air bersih atau sekitar 15 ribu liter air disalurkan ke wilayah yang mengalami krisis pasokan air.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terutama masyarakat yang berada di tiga rukun tetangga (RT) yang terdampak kekeringan.
Kepala Bapenda Kabupaten Cilacap, Luhur Satrio Muchsin, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Menurutnya, armada pengangkut air dikirim langsung menuju permukiman warga agar bantuan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami dari Bapenda Kabupaten Cilacap bersama dengan Ibu Ketua Dharma Wanita dan anggota menyalurkan air bersih di Desa Bojong. Bakti sosial ini kita kirimkan tiga tangki air untuk di Desa Bojong,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Luhur menjelaskan bantuan tersebut difokuskan ke wilayah yang mengalami kondisi krisis air bersih lebih parah. Dengan demikian, pasokan yang diberikan diharapkan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga yang paling membutuhkan.
Penyaluran air bersih ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat melewati kondisi kekeringan yang terjadi selama musim kemarau. Selain untuk memenuhi kebutuhan dasar, bantuan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi beban warga yang harus mencari atau mendapatkan pasokan air dari lokasi lain.
Luhur berharap bantuan yang diberikan dapat mencukupi kebutuhan domestik masyarakat untuk sementara waktu. Dia juga berharap persoalan kekurangan air bersih di Desa Bojong maupun wilayah Kecamatan Kawunganten dapat segera mendapatkan solusi secara berkelanjutan.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak hanya membutuhkan bantuan air ketika kondisi sudah terjadi, tetapi juga perlu adanya upaya agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih aman dan mencukupi dalam jangka panjang.
“Dan mudah-mudahan ke depan di Desa Bojong, Kawunganten tidak kekurangan air bersih lagi,” tandasnya.
Bantuan tiga tangki dengan total 15 ribu liter air tersebut diharapkan mampu menjadi penopang kebutuhan warga di tengah keterbatasan sumber air. Terlebih, masyarakat yang terdampak kekeringan harus tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci hingga kebutuhan lainnya.
Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, Bapenda Kabupaten Cilacap dan Dharma Wanita Persatuan Bapenda menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak musim kemarau. Penyaluran air bersih pun diharapkan dapat membantu meringankan kesulitan warga Bojong sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi dampak kekeringan di Cilacap.