Sabtu, 29 Januari 2022

Pekan Pertama Tahun 2022, Demam Berdarah Sudah Serang Penaruban Kaligondang Purbalingga

Nyamuk aedes aegypti. (Dok istimewa)

Serangan nyamuk aedes aegypti mulai mengancam di awal tahun 2022. Pekan pertama di bulan Januari ini, ditemukan enam kasus Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Purbalingga. Diketahui, serangan DBD biasanya terjadi pada masa pancaroba seperti saat ini.


Purbalingga, serayunews.com

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga dr Jusi Febrianto menjelaskan, enam kasus selama satu pekan, di awal Januari. Semuanya ditemukan di Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang.

“Seluruh pasien sudah dirawat di rumah sakit dan sudah pulang ke rumahnya, karena kondisinya sudah membaik,” katanya, Rabu (12/01/2022).

Baca juga  Prakiraan Cuaca di Banjarnegara Hari Ini, 24 Januari 2022

Menyikapi hal tersebut, Dinkes melalui Puskesmas Kalikajar, bersama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) serta dibantu oleh Polsek Kaligondang sudah melakukan penanganan.

“Kami sudah melaksanakan PE (penyelidikan epidemiologi, red), yang merupakan tindak lanjut dari pelaporan DBD. Selain itu, dengan Polsek Kaligondang juga sudah melaksanakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk, red),” katanya.

Dia mengungkapkan, kasus DBD biasanya muncul di musim pancaroba seperti saat ini. Sehingga, diharapkan masyarakat terus waspada dengan penyakit ini. Yakni, dengan menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan PSN secara berkala. Yakni, dengan dengan menerapkan 3 M plus, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas, serta hindari gigitan nyamuk dengan tidur menggunakan kelambu atau memakai obat nyamuk.

Baca juga  Satlantas Banjarnegara Masuk ke Sekolah, Ini Pesannya

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Purbalingga, tahun 2021 lalu ditemukan 97 kasus DBD di Kabupaten Purbalingga. Kasus DBD di Kabupaten Purbalingga merenggut nyawa lima orang. Jumlah kasus DBD yang ditemukan pada 2021 tersebut, jauh lebih sedikit dibandingkan kasus yang ditemukan pada 2020 lalu. Tahun tersebut, ditemukan 200 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak empat orang.

Berita Terkait

Berita Terkini