
SERAYUNEWS-Upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM), puluhan pelaku UMKM dan wirausaha pemula mendapatkan pelatihan digitalisasi keuangan di Gedung PLUT Banjarnegara.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih tertib, transparan, dan berbasis teknologi digital. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas UMKM lokal.
Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro, mengatakan bahwa pengelolaan keuangan yang baik merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, pelaku UMKM saat ini perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu mengelola transaksi, pencatatan, dan laporan keuangan secara lebih efektif.
“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu menerapkan tata kelola keuangan berbasis digital, meningkatkan akuntabilitas usaha, serta membangun bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut diprioritaskan bagi pelaku usaha lokal yang berasal dari keluarga rentan dan terdata dalam instrumen DTSK/DTSEN desil 1 hingga 5. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan melalui penguatan sektor UMKM di Kabupaten Banjarnegara.
Adi juga mendorong para peserta agar tidak hanya memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk diri sendiri, tetapi juga membagikannya kepada pelaku usaha lain di lingkungan masing-masing.
“Peserta yang mengikuti pelatihan ini jumlahnya terbatas. Karena itu kami berharap ilmu yang didapat dapat disebarluaskan kepada sesama pelaku usaha. Tidak perlu takut bersaing, karena setiap orang memiliki rezekinya masing-masing, yang terpenting adalah terus berusaha dan berkembang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Adi mengingatkan bahwa kesuksesan usaha tidak dapat dicapai secara instan. Dibutuhkan ketekunan, konsistensi, dan kemampuan bertahan menghadapi berbagai tantangan bisnis.
“Tidak ada sukses tanpa proses. Keberhasilan akan datang kepada mereka yang mampu bertahan dan melewati setiap tahapan dengan baik,” katanya.
Pada sesi pelatihan, narasumber Amaliya Ayu Latifah dari Cilacap memaparkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan usaha.
Ia menilai masih banyak pelaku UMKM yang memiliki produk dan pasar potensial, namun belum didukung sistem pencatatan keuangan yang memadai. Akibatnya, pelaku usaha kerap kesulitan mengetahui kondisi keuangan secara akurat dan mengambil keputusan bisnis yang tepat.
“Dengan pencatatan keuangan berbasis digital, pelaku usaha dapat memantau arus kas, mencatat transaksi dengan lebih akurat, dan memiliki data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan,” katanya.
Menurut Amaliya, penggunaan aplikasi keuangan digital juga mampu membantu pelaku usaha mengurangi kesalahan pencatatan, meningkatkan efisiensi administrasi, serta memudahkan penyusunan laporan usaha.
Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satunya Kaslam, pelaku usaha madu murni asal Kecamatan Madukara.
Ia mengaku memperoleh banyak wawasan baru terkait pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan usaha yang selama ini belum diterapkan secara maksimal.
“Materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Saya jadi mengetahui cara memanfaatkan teknologi digital untuk membantu pengelolaan usaha. Ke depan akan saya terapkan agar usaha bisa berkembang lebih baik,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Disperindagkop UKM Banjarnegara berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu bertransformasi ke sistem digital, sehingga usaha yang dijalankan menjadi lebih profesional, efisien, dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh.