
CILACAP, SERAYUNEWS – Kabupaten Cilacap kembali menjadi sorotan dunia otomotif internasional. Sejumlah pembalap hard enduro papan atas dunia dipastikan ambil bagian dalam ajang Hiu Selatan International Hard Enduro Vol. 8 yang berlangsung pada 3-5 Juli 2026.
Kehadiran rider dari 18 negara diyakini akan semakin mengukuhkan Cilacap sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Ajang balap motor ekstrem bertaraf internasional ini akan diawali dengan Downtown Prologue di kawasan Titik Nol Kilometer Cilacap pada Jumat (3/7/2026).
Selanjutnya, para peserta akan menaklukkan lintasan utama di Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi, pada 4-5 Juli 2026.
Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya yang diwakili Staf Ahli Bupati, Sri Murniyati, menyebut penyelenggaraan Hiu Selatan International Hard Enduro menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Cilacap.
“Kehadiran para rider dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara menunjukkan bahwa Cilacap memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, tetapi juga memperkenalkan potensi alam, budaya, dan ekonomi Kabupaten Cilacap kepada dunia,” ujarnya saat konferensi pers di Pendapa Wijayakusuma, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, event internasional tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor olahraga, pariwisata, hingga perekonomian masyarakat.
Koordinator Hiu Selatan International Hard Enduro, Law Aguan, mengungkapkan edisi kedelapan tahun ini diikuti peserta dari 18 negara dengan total 27 pembalap internasional.
Hingga menjelang pelaksanaan, sebanyak 289 pembalap telah mendaftar sebagai peserta kompetisi.
Selain itu, sekitar 270 rider mengikuti kelas partisipasi sehingga total peserta diperkirakan mencapai sekitar 500 rider, belum termasuk ribuan penonton dan peserta reguler yang diperkirakan memadati lokasi kegiatan.
Sejumlah nama besar di dunia hard enduro dipastikan tampil di Cilacap, di antaranya:
Selain itu, rider dari Mongolia, Korea Selatan, Iran, China, Jepang, Australia, serta para crosser terbaik Indonesia juga dipastikan ikut meramaikan persaingan di lintasan ekstrem khas Cilacap.
“Event ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ajang silaturahmi bagi pecinta hard enduro. Kami sudah memetakan seluruh jalur dan akan menyesuaikan tingkat kesulitan untuk setiap kelas agar peserta dapat menikmati lintasan sesuai kemampuan masing-masing,” kata Law Aguan.
Lintasan utama di Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi, kembali dipilih karena memiliki karakter medan yang menantang.
Trek tersebut menawarkan berbagai rintangan, mulai dari tanjakan curam, jalur bebatuan, hingga lintasan berlumpur yang menjadi ciri khas Hiu Selatan International Hard Enduro.
Karakter medan tersebut menjadikan ajang ini sebagai salah satu kompetisi hard enduro paling menantang di Indonesia bahkan Asia.
Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap penyelenggaraan Hiu Selatan International Hard Enduro Vol. 8 memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Selain memperkenalkan potensi wisata Cilacap ke tingkat internasional, event ini diproyeksikan mampu meningkatkan okupansi hotel, kunjungan wisata, serta mendongkrak omzet pelaku kuliner dan UMKM.
Sebagai salah satu ajang hard enduro terbesar di Indonesia, Hiu Selatan International Hard Enduro Vol. 8 diharapkan semakin mengukuhkan posisi Kabupaten Cilacap sebagai tuan rumah olahraga ekstrem bertaraf internasional sekaligus menjadi magnet baru bagi pengembangan sektor sport tourism di Tanah Air.