
SERAYUNEWS-Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara langsung tancap gas dalam pembangunan, khususnya jalan dan jembatan yang ada di Kabupaten Banjarnegara.
Program percepatan infrastruktur jalan ini menjadi prioritas pembangunan dari Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana dan Wakil Bupati Wakhid Jumali. Untuk itu, pada tahun 2026 ini, Banjarnegara menganggarkan lebih dari Rp100 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU PR) Banjarnegara M Arqom Al Fahmi mengatakan, pada tahun anggaran 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menganggarkan lebih dari Rp100 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
“Rencananya, tahun ini ada sekitar 70 paket pekerjaan konstruksi, yakni 62 konstruksi jalan, dan 8 paket konstruksi jembatan dengan total anggaran lebih dari Rp100 miliar,” katanya.
Menurutnya, pembangunan jalan dan jembatan ini merupakan bagian dari penjabaran visi misi Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara, dimana satu program unggulannya adalah peningkatan infrastruktur jalan.
“Bupati sering menekankan soal pembangunan jalan, dan masalah ini menjadi perhatian serius dari bupati. Masalah jalan juga sering dikeluhkan masyarakat, sehingga ini menjadi prioritas utama pemerintah saat ini,” ujarnya.
Masalah pembangunan infrastruktur khususnya jalan memang selalu menjadi perhatian banyak pihak, terlebih banyak masyarakat yang menilai bahwa konsisi jalan akan menjadi tolok ukur dalam pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.
Sebelumnya, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana mengakui bahwa kondisi jalan masih menjadi indikator utama masyarakat dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah. Apalagi, ketika kondisi jalan rusak banyak dijumpai di setiap sudut wilayah.
“Kami memahami persepsi publik. Program pemerintah sehebat apa pun, kalau kondisi jalan belum baik, sering kali dianggap tidak ada pembangunan,” ujar Amalia.
Dikatakannya, pada saat dirinya menjabat sebagai bupati bersama dengan Wakhid Jumali sebagai Wakil Bupati, kondisi jalan mantap di Banjarnegara berada di kisaran 51 persen, angka ini turun dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 82 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Meski demikian, Amalia menegaskan bahwa Pemkab Banjarnegara terus melakukan pembangunan dengan berbagai skema pembiayaan alternatif di luar APBD.