
Purbalingga, serayunews.com
Ramainya kegiatan razia knalpot brong di berbagai wilayah, mungkin tak terlalu menjadi persoalan bagi Pemda setempat. Berbeda dengan Kabupaten Purbalingga, dimana knalpot merupakan icon yang sudah sangat melekat. Sebab, ada ratusan perajin knalpot di Kota Perwira ini.
Kondisi itu erat hubungannya dengan lapangan pekerjaan masyarakat. Ada ribuan orang menggantungkan hidup dari produksi knalpot. Sehingga, mau tidak mau Pemkab harus ikut berperan dalam melindungi warganya. Namun, disisi lain tidak terlalu menentang aturan yang ada.
“Kita tahu produk knalpot Purbalingga adalah knalpot handmade yang sudah pasti non standard atau aftermarket,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga Johan Arifin, saat Audiensi dengan BSN, secara virtual, Selasa (08/02/2022).
Oleh karena itu, menurut Johan, standarisasi dibutuhkan ini untuk melindungi Industri Kecil Menengah (IKM) Knalpot. Pada kesempatan itu, Pemkab Purbalingga mengusulkan agar ada pendampingan dari BSN, untuk industri-industri knalpot Purbalingga agar produknya bisa ber Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Padahal sampai sekarang BSN memang belum pernah mengadakan standarisasi SNI Knalpot (secara umum). Nah kami mohon untuk bisa dilakukan SNI knalpot baik knalpot standar maupun aftermarket. Ini untuk melindungi agar jangan sampai produk IKM kita dianggap non standar saat sudah ada SNI Knalpot,” kata Johan.
Johan menyebut saat ini ada sekitar 350 IKM Knalpot di Purbalingga dengan penyerapan kerja mencapai 4500 orang. Ia memastikan Pemkab Purbalingga dengan pelaku IKM Knalpot sangat berkomitmen agar produk knalpot Purbalingga bisa memenuhi standar (SNI) termasuk standar kebisingan.
“Kami merencanakan Gedung LIK Logam Purbalingga salah satunya akan digunakan untuk uji kebisingan. Februari ini juga kami akan berkunjung ke Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) di Bandung untuk belajar kriteria kebisingan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM mengatakan, knalpot merupakan produk unggulan IKM di Purbalingga. Dia berharap agar pelaku IKM ada pendampingan dalam standarisasi produk. Terlebih pemerintah pusat juga punya perhatian besar terhadap IKM ini dengan dibuatkan LIK (Lingkungan Industri Kecil) Logam.
“Harapannya dengan kita dampingi agar knalpot ini memiliki SNI tentu akan jauh lebih baik lagi. Saya yakin ke depan kalau knalpot sudah berlabel SNI pasti akan potensial dijual dalam skala nasional maupun internasional,” katanya.
Pemkab dalam waktu dekat ingin segera melakukan MoU, dengan BSN. Sehingga nantinya ada pendampingan kepada perajin. Sehingga bisa menghasilkan produk knalpot yang sesuai standar. “Yang perlu segera kami tindaklanjuti adalah MoU antara Pemkab Purbalingga dengan BSN, agar BSN untuk bisa ada pendampingan terhadap beberapa poin yang akan kita bahas,” katanya.
Kepala BSN Drs Kukuh Syaefudin Achmad MSc menyambut baik usulan Pemkab Purbalingga terkait standarisasi produk knalpot. Ia memastikan MoU nanti dapat merealisasikan upaya tersebut. Sesuai data BSN, yang ada di BSN, belum tercantum knalpot after market yang berlabel SNI. Kukuh yang merupakan putra asli Purbalingga meminta pelaku IKM (Industri Kecil Menengah) Knalpot untuk menyusun draft poin yang akan diajukan sebagai SNI ke BSN.
“Coba saya minta kepada para pelaku IKM Knalpot Purbalingga untuk merumuskan dan mengajukan poin apa saja yang akan dibuat untuk menjadi SNI,” katanya.
Diakuinya, bahwa knalpot banyak diproduksi oleh masyarakat Purbalingga. Hal itu akan menjadi prioritas, dalam upaya menstandarkan knalpot after market Purbalingga. Jika hal tersebut terwujud, knalpot after market asal Purbalingga akan menjadi yang pertama di Indonesia yang berlabel SNI.
“Mengingat knalpot sebagian besar dibuat di Purbalingga maka tata cara penyusunan SNI atau drafter SNI bisa dirancang oleh temen-temen Pemkab Purbalingga, secara prosedur akan dihubungkan dengan technical committee yang bertanggungjawab di bidang knalpot. Ini akan jadi pilot project kita dalam implementasi standarisasi knalpot. Ini akan menjadi pilot project bagi BSN untuk knalpot after market yang berlabel SNI,” ujarnya.