SERAYUNEWS-Setelah sukses mengadakan program mudik gratis yang membawa pemudik ke Cilacap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap kembali meluncurkan program serupa. Namun, kali ini dengan tujuan untuk memfasilitasi para perantau yang hendak kembali ke tempat kerja mereka setelah merayakan Lebaran bersama keluarga.
Kali ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, menyediakan 4 armada bus secara gratis. Mobil itu untuk membantu mobilitas pekerja sektor informal yang membutuhkan transportasi untuk kembali ke rantau pada arus balik Lebaran 1446 Hijriyah atau 2025 Masehi.
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Cilacap, Ari Subroto Sudinyoning, menjelaskan bahwa kapasitas empat armada bus yang disediakan dapat mengangkut sekitar 200 orang. Program ini dirancang untuk membantu pekerja yang mungkin tidak memiliki kendaraan pribadi dan kesulitan mencari transportasi kembali ke tempat kerja mereka setelah libur panjang Lebaran.
“Pada tanggal 8 April 2025, kami akan memberangkatkan dua armada bus dengan tujuan ke Bandung. Sementara itu, dua bus lainnya akan diberangkatkan menuju Jakarta pada tanggal 10 April 2025,” ujarnya, Sabtu (5/4/2025).
Ari juga menjelaskan mengenai rute perjalanan arus balik ini. Untuk tujuan Bandung, pemberangkatan akan dilakukan pada pagi hari dari kantor Dishub Cilacap dan bus akan langsung menuju Bandung.
Sementara untuk bus yang menuju Jakarta, rencananya akan singgah terlebih dahulu di Terminal Bulupitu Purwokerto untuk mengikuti acara bersama Provinsi Jawa Tengah. Acara ini diperkirakan akan melibatkan beberapa kabupaten dan armada bus dari daerah lain.
“Dari Terminal Bulupitu, pemberangkatan bus ke Jakarta diperkirakan akan dilakukan sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Oleh karena itu, bus yang berangkat dari Cilacap harus sudah meninggalkan terminal paling telat pukul 09.00 WIB,” tambahnya.
Program ini juga diharapkan dapat meringankan beban transportasi bagi para perantau yang bekerja di sektor informal, di mana banyak di antara mereka yang tidak memiliki akses mudah ke transportasi umum.
Ini serupa dengan program mudik gratis yang telah dilaksanakan sebelumnya, yang menyediakan 8 armada bus untuk mengangkut pemudik menuju Cilacap dari Bandung dan Jakarta. Dengan tambahan armada untuk arus balik, total armada bus yang terlibat dalam program ini menjadi 12 unit.
Ari berharap, dengan adanya program ini, tidak hanya dapat membantu kelancaran perjalanan para perantau, tetapi juga turut menjaga kelancaran arus lalu lintas. “Program mudik gratis Lebaran 2025 sebelumnya berjalan lancar, dan kami berharap arus balik juga akan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Dengan adanya fasilitas transportasi gratis ini, diharapkan para perantau bisa kembali bekerja tanpa beban biaya transportasi yang tinggi, sambil menjaga kelancaran dan ketertiban lalu lintas selama arus balik Lebaran.