Rabu, 20 Oktober 2021

Pemkab Purbalingga Beri Bantuan Bulanan sampai Tabungan Sekolah pada Yatim Piatu Akibat Pandemi 

Pemkab Purbalingga Beri Bantuan Bulanan sampai Tabungan Sekolah pada Yatim Piatu. (Amin)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melalui dinas terkait dalam hal ini Dinas Sosial, menghimpun anak-anak yang kehilangan orangtuanya akibat pandemi covid-19. Mereka akan mendapatkan bantuan, baik dari APBD maupun bantuan kementerian. Sementara ini bantuan bersumber dari APBD sudah mulai disalurkan kepada 300 anak, dan 71 anak penerima program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) anak dari Kemensos.


Purbalingga, serayunews.com –

“Tahun ini, pemerintah juga memberikan santunan kepada anak yatim/piatu/yatim-piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19,” kata

kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi usai acara penyerahan bantuan di Kantor Kecamatan Bojongsari, Selasa (12/10/2021).

Besaran santunan yang diberikan yakni Rp 300 ribu per bulan. Bupati mengakui besaran bantuan ini nilainya tidak besar. Akan tetapi pemberian ini merupakan ketulusan pemerintah untuk meringankan beban mereka. Ini juga sebagai penyemangat agar semangat menjalani hidup.

“Pada tahap pertama ini, bantuan yang diberikan untuk 6 bulan, sehingga masing-masing mendapatkan Rp 1,8 juta,” kata Tiwi.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk-KBPPPA) Kabupaten Purbalingga, Raditya Widayaka AP mengatakan, selain dilakukan penyerahan bantuan untuk ODKB, juga diberikan bantuan dari program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) anak dari Kemensos.

“Program ATENSI anak diberikan kepada anak yatim/piatu/yatim-piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19,” katanya.

Bantuan program ATENSI anak ini yakni berupa uang tunai dalam bentuk tabungan Bank Mandiri yang berisi saldo untuk 2 bulan (September-Oktober). Besaran bantuan yakni Rp 200 ribu per bulan untuk anak sekolah dan Rp 300 ribu untuk anak yang belum sekolah.

Raditya juga menjelaskan, jumlah penerima sementara ini baru 71 orang. Masih akan terus bertambah dan saat ini tengah dalam proses verifikasi dan validasi lapangan.

Berita Terkait

Berita Terkini