
CILACAP, SERAYUNEWS– Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kecamatan di Kabupaten Cilacap dituntut memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan siap menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana di wilayahnya masing-masing.
Hal itu disampaikan Ketua PMI Cilacap, Farid Ma’ruf, saat membuka kegiatan Orientasi Kepalangmerahan bagi pengurus PMI kecamatan di Aula Markas PMI Cilacap, Kamis (25/6/2026).
Menurut Farid, jiwa sosial menjadi modal utama bagi setiap pengurus PMI dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di tengah masyarakat.
Farid mengatakan, pengurus PMI tidak hanya bertugas secara administratif, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar. Sikap suka menolong dan kemampuan merespons cepat berbagai situasi darurat menjadi hal yang wajib dimiliki.
“Jiwa sosial ini artinya mereka harus peka terhadap kondisi di sekitar, senang tolong-menolong, dan tanggap serta cepat mengantisipasi apabila terjadi bencana di lingkungan,” kata Farid.
Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap itu juga mengingatkan agar seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, setiap tugas yang dijalankan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada organisasi maupun secara moral.
Selain itu, ia meminta para pengurus menyediakan waktu khusus untuk mengelola kegiatan PMI di kecamatan masing-masing.
“Sesibuk apa pun, saya minta tetap ada waktu untuk mengelola PMI. Intinya PMI harus menjadi yang tercepat dan terdepan dalam membantu masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Farid mengungkapkan adanya peningkatan peran PMI kecamatan dalam penanganan bencana. Jika sebelumnya PMI kecamatan hanya menangani maksimal enam kejadian bencana, kini jumlah tersebut ditingkatkan menjadi sepuluh kejadian.
Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan untuk mempercepat respons kemanusiaan sekaligus meningkatkan efisiensi penanganan di lapangan.
“Kalau sekarang kita naikkan menjadi 10 bencana yang bisa ditangani PMI kecamatan. Dengan begitu penanganan bisa lebih cepat tanpa harus selalu menunggu PMI Kabupaten turun langsung,” jelasnya.
Ia menilai keterlibatan PMI kecamatan secara langsung juga dapat mengurangi pemborosan biaya operasional yang muncul apabila seluruh penanganan harus dilakukan oleh PMI Kabupaten.
Diketahui, sebanyak 168 pengurus PMI baru dari 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap telah dilantik beberapa waktu lalu. Sebelum mulai menjalankan tugas di lapangan, mereka mengikuti orientasi dan pembekalan yang diselenggarakan PMI Kabupaten Cilacap.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai kepalangmerahan, pertolongan pertama, hingga tugas dan fungsi organisasi PMI. Pembekalan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengurus baru sehingga dapat menjalankan misi kemanusiaan secara optimal sesuai aturan dan prinsip-prinsip PMI.