Jumat, 9 Desember 2022

Penyerapan Pupuk Subsidi di Banyumas Kurang Maksimal, Ini Faktor Penyebabnya

Ilustrasi pupuk. (Dok Redaksi Serayunews)

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Banyumas kurang masimal.


Purwokerto, serayunews.com

Menurut Imam Sutikno, Admin Kartu Tani di Dinpertan Banyumas, salah satunya tidak terkontrolnya pupuk dari daerah lain yang masuk ke Kabupaten Banyumas. Kemudian, adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perumahan dan berbagai faktor lainnya. Kemudian ada juga soal kartu tani.

“Jujur di tetangga kita ada yang masih menggunakan manual, tidak menggunakan kartu tani sedangkan di Banyumas, 100 persen menggunakan pola kartu tani. Sehingga ada kemudahan-kemudahan dibandingkan menggunakan kartu tani, kita tidak mau banyak bercerita, tapi itu kendala,” kata dia, Jumat (11/11/2022).

Imam menambahkan terkait kendala kartu tani ketika ada kematian. Misalnya, petani yang belum sampai akhir tahun, ternyata sudah meninggal dunia.

“Kalau meninggal otomatis pihak bank menyetop atau tidak dikeluarkan lagi kartunya. Ada juga beberapa petani yang punya kartu, tapi lahannya tidak dia garap sendiri dan orang lain yang menggarap. Sementara kartu tani, tidak bisa pindah tangan,” ujarnya.

Pengontrolan

Terkait penekanan peredaran pupuk dari daerah lain yang masuk ke Kabupaten Banyumas, menjadi salah satu faktor tidak terserap secara maksimalnya pupuk bersubsidi. Karena itu, pihaknya harus melakukan koordinasi lanjutan karena kontrol pupuk masuk bukan hanya oleh Dinpertan Kabupaten Banyumas saja.

“Di sini ada petugasnya, kartu tani saja ada tiga domain. Pertanian membuat verifikasi, validasi data usulan petani, perbankan sebagai mediasi kartu tani. Kemudian dari Dinas Perdagangan yang dalam struknya ada perindustrian, ada juga di kabupaten sebagai pengawasan pupuk, jadi bukan murni dari Dinas Pertanian saja,” kata dia.

Tahun ini Kabupaten Banyumas mendapatkan jatah pupuk bersubsidi melalui kartu tani, yakni pupuk urea sebanyak 21.596.000 kilogram. Lalu, pupuk NPK sebanyak 10.466.000 kilogram, pupuk organik granul sebanyak 14.526.000 kilogram, dan pupuk organik cair sebanyak 500 kilogram.

“Dari tanggal 1 Januari hingga tanggal 10 November 2022 ini, untuk pupuk urea sudah terealisasi penebusan sebanyak 12.734.142,91 kilogram atau sekitar 59 persen jumlah yang ada. Kemudian pupuk NPK sebanyak 8.732.369,02 atau sebanyak 84 persen, pupuk organik granul sebanyak 987.603 kilogram atau sebanyak tujuh persen dari jumlah yang ada. Untuk stok pupuk organik cair masih belum ditebus,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini