Sabtu, 10 Desember 2022

Perjalanan Panjang DKT Hingga Menjadi Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto

RST Wijayakusuma di Jalan Prof Dr Hr Bunyamin Purwokerto. (Shandi Yanuar)

Hingga kini, sebutan DKT untuk Rumah Sakit Tentara (RST) Wijayakusuma, masih begitu melekat bagi sebagian besar warga Purwokerto. Wajar saja, perubahan nama dari DKT (Djawatan Kesehatan Tentara) Banyumas hingga kini menjadi RST Wijayakusuma, sudah melalui serangkaian sejarah panjang sejak zaman penjajahan.


Purwokerto, serayunews.com

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RST Wijayakusuma, Letkol Ckm dr Ayiq mahmud Sp OT (K) Spine, menceritakan sekilas kepingan sejarah RST Wijayakusuma Purwokerto.

Rumkit Tk III 04.06.01 Wijayakusuma yang sekarang beralamat di Jalan Pr.dr.HR.Bunyamin Purwokerto ini, merupakan rumah sakit peninggalan Belanda. Pada tahun 1949, awalnya berkedudukan di Banyumas dengan nama RST Brigade 8 / III Sunan Gunung Jati.

“Kepala Kesehatan Divisi II Sunan Gunung Jati ini, masuk susunan Divisi D.M/G–M dengan pimpinan Panglima Bambang S. Sunan Gunung Jati ini wilayah cakupannya meliputi daerah Cirebon, Tasikmalaya dan Banyumas, di bawah pimpinan Mayor Jenderal Abdul Kadir berkedudukan di Cirebon yang selanjutnya diserahterimakan kepada Jenderal Gatot Soebroto,” ujarnya.

Tanggal 27 Desember 1949, Devisi II Sunan Gunung Jati menerima penyerahan rumah sakit Belanda di Banyumas yang sekarang menjadi Rumah Sakit Banyumas.

Rumah Sakit Banyumas saat itu dibagi menjadi 2 bagian, sebelah Selatan dipergunakan untuk Rumah Sakit Belanda dan Umum, kemudian sebelah Utara untuk Rumah Sakit Tentara dengan sebutan RST Brigade 8/III Sunan Gunung Jati.

Kemudian pada tanggal 20 September 1950, sesuai dengan penggantian nama Brigade 8/III menjadi Sub Terr/Brigade N Yudonegoro, kesehatan Brigade 8/III menyesuaikan diri menjadi DET SUB TERR/BRIGADE N YUDONEGORO yang di pimpin oleh Mayor dr Sutrisno W dengan membawahi 3 peleton kesehatan.

“Pada tanggal 9 Pebruari 1953 Sub Terr I/Brigade N Yudonegoro, diubah menjadi Residen Infanteri. Sehingga nama Kesehatan Sub Terr I/Brigade pun, berubah menjadi Djawatan Kesehatan Tentara atau DKT Resimen I,” katanya.

DKT Resimen I ini, membawahi 7 Danton Kesehatan dan 2 Tempat Perawatan Tentara yaitu Tempat Perawatan Tentara I yang berkedudukan di Banyumas dipimpin oleh Letda Sukardi, yang pada tahun 1964 menjadi Rumkit III/711.

“Tempat Perawatan Tentara II, berkedudukan di Tegal dipimpin oleh Letda Suhartono,” kata dia.

Kemudian awal tahun 1964, Mayor dr Rustombi ditunjuk sebagai Kepala Kesehatan Rem 071. Pada saat itu, Mayor dr Rustombi mendapat tugas operasi ke Sulawesi dan Irian Jaya, sehingga pimpinan kesehatan 711 dijabat oleh Lettu dr Sentot sebagai Pejabat Sementara Kakesrem merangkap Karumkit II /711.

Berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/106/III/1967 tanggal 1 April 1967, Rumkit III/711 dipindah ke Glempang Purwokerto dengan menempati eks Batalyon 402 yang pada waktu itu kosong.

Selanjutnya pada tanggal 1 Februari 1986, berdasarkan surat keputusan Kasad Nomor : Skep / 76 / X / 1985 tanggal 28 Oktober 1985 dan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kesdam IV / Diponegoro Nomor : Sprin 024 / II / 1986, nama Rumah Sakit III/711 Wijayakusuma diganti menjadi Rumah Sakit Tk III 04.06.01 Wijayakusuma, berganti nama menjadi Rumah Sakit III/711 Wijayakusuma.(san)

Berita Terpopuler

Berita Terkini