
KUALA LUMPUR, SERAYUNEWS– Universitas Terbuka (UT) Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui kunjungan akademik dan implementasi kerja sama ke Kulliyyah of Science, International Islamic University Malaysia (IIUM), yang berlangsung pada 13–15 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi antara Universitas Terbuka, IIUM, dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Delegasi Universitas Terbuka dipimpin oleh Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., bersama tim akademisi dari Universitas Terbuka dan Universitas Jenderal Soedirman. Selama tiga hari, delegasi mengikuti berbagai agenda strategis mulai dari kunjungan kehormatan kepada pimpinan Kulliyyah of Science IIUM, diskusi implementasi kerja sama, kunjungan laboratorium, hingga seminar internasional dan pembahasan peluang riset bersama.
Salah satu fokus utama dalam kunjungan tersebut adalah penjajakan kerja sama penelitian di bidang parasitologi, khususnya penyakit zoonosis yang berasal dari ikan (fish-borne zoonotic diseases). Topik ini dipilih karena memiliki relevansi yang tinggi dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat besar.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi internasional merupakan salah satu strategi Universitas Terbuka dalam meningkatkan kualitas tri darma perguruan tinggi.
“Kolaborasi internasional menjadi ruang bagi dosen dan peneliti untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta mengembangkan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kemitraan dengan IIUM, kami berharap lahir inovasi dan publikasi ilmiah yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kesehatan dan kelautan,” ujarnya.
Selain membahas peluang penelitian bersama, kedua institusi juga mendiskusikan pengembangan program akademik yang meliputi joint research, publikasi internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa (student mobility), serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Agenda diskusi tersebut menjadi bagian penting dari implementasi nota kesepahaman yang telah disepakati antara Universitas Terbuka dan IIUM.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi juga mengunjungi sejumlah laboratorium unggulan milik IIUM, di antaranya Laboratorium Oceanografi, INOCEM (Institute of Oceanography and Maritime Studies), Laboratorium Tissue Culture, hingga fasilitas Freeze Dryer. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai berbagai penelitian mutakhir yang sedang dikembangkan oleh para peneliti IIUM di bidang kelautan dan kesehatan lingkungan.
Bagi UT Purwokerto, kerja sama internasional bukan hanya sekadar memperluas jejaring kelembagaan, melainkan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing akademik di tingkat global. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi bereputasi internasional, dosen dan mahasiswa memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam penelitian kolaboratif, seminar internasional, maupun publikasi pada jurnal bereputasi.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung program internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia. Peningkatan kuantitas kolaborasi lintas negara, diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, kelautan, dan lingkungan.