
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS– Persibara Banjarnegara dipastikan tidak ambil bagian dalam kompetisi Liga 4 musim 2026. Keputusan tersebut diambil Askab PSSI Banjarnegara setelah menggelar rapat internal yang menghasilkan kesepakatan untuk memprioritaskan pembinaan sepak bola usia dini sebagai fondasi pembangunan prestasi jangka panjang.
Ketua Askab PSSI Banjarnegara, I Putu Dody, mengatakan organisasi kini memilih mengarahkan fokus pada pengembangan talenta muda hingga menjangkau desa-desa.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang dapat memperkuat Persibara dan mengharumkan nama Banjarnegara di masa depan.
Menurut I Putu Dody, pembangunan sepak bola tidak hanya berorientasi pada kompetisi jangka pendek, tetapi harus dimulai dari sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan.
“Untuk musim ini Persibara Banjarnegara belum dapat mengikuti Liga 4. Saat ini kami memilih fokus membangun fondasi pembinaan usia dini hingga ke desa-desa. Dari sana kami berharap lahir pemain-pemain potensial yang nantinya siap membela Banjarnegara bahkan menembus level profesional,” ujar Putu Dody.
Ia menilai pembinaan sejak usia dini menjadi investasi penting untuk mencetak regenerasi pesepak bola yang mampu bersaing di level regional maupun nasional.
Putu Dody menjelaskan, salah satu faktor utama yang membuat Persibara belum dapat mengikuti Liga 4 adalah keterbatasan anggaran operasional.
Kompetisi membutuhkan biaya yang cukup besar, mulai dari pembentukan tim, administrasi, transportasi, akomodasi, hingga kebutuhan pertandingan selama satu musim kompetisi.
Selain itu, minimnya dukungan sponsor membuat Askab PSSI Banjarnegara memutuskan mengalihkan sumber daya organisasi untuk memperkuat program pembinaan usia muda yang dinilai lebih strategis bagi perkembangan sepak bola daerah.
Meski memutuskan tidak mengikuti Liga 4 musim ini, Askab PSSI Banjarnegara tetap membuka peluang apabila terdapat sponsor atau pihak lain yang bersedia mendukung kebutuhan pendanaan Persibara.
“Apabila ada sponsor atau pihak lain yang siap membantu kebutuhan anggaran sehingga Persibara dapat mengikuti Liga 4 musim ini, tentu Askab PSSI Banjarnegara sangat mendukung. Kami tidak keberatan dan justru menyambut baik apabila Persibara bisa kembali tampil membawa nama Banjarnegara,” katanya.
Pihaknya menegaskan tetap memiliki komitmen agar Persibara kembali berkompetisi apabila dukungan finansial telah tersedia.
Askab PSSI Banjarnegara menegaskan pembinaan usia dini akan terus menjadi prioritas utama melalui kompetisi kelompok umur, pelatihan berjenjang, dan pembinaan sepak bola hingga tingkat desa.
Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan regenerasi pemain yang berkesinambungan sekaligus memperkuat fondasi sepak bola Banjarnegara.
Dengan sistem pembinaan yang lebih terstruktur, Askab optimistis Persibara akan memiliki stok pemain lokal berkualitas. Ketika kondisi pendanaan dan dukungan sponsor semakin baik, klub kebanggaan Banjarnegara itu diharapkan dapat kembali tampil di Liga 4 dengan skuad yang lebih matang dan didominasi oleh putra daerah hasil pembinaan sendiri.