
SERAYUNEWS – Langkah Persibas Banyumas di babak 8 besar Liga 4 Jawa Tengah tersendat setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persak Kebumen, Minggu (1/2/2026).
Hasil tersebut membuat laga tandang berikutnya menjadi penentuan nasib Laskar Bawor untuk menjaga peluang lolos ke fase selanjutnya.
Meski gagal membawa pulang poin, perjalanan Persibas pada musim ini tetap mendapat apresiasi dari kalangan suporter. Persibas mampu menembus babak delapan besar setelah sempat vakum selama satu musim.
Namun, rasa bangga tersebut dibarengi kekhawatiran jelang laga tandang yang dinilai tidak mudah.
Perwakilan suporter Bombastik Banyumas, Galih Adhista, menilai pencapaian Persibas musim ini menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi manajemen maupun performa tim.
“Kalau melihat perkembangan tim dan manajemen, menurut saya luar biasa. Dari setahun vakum, sekarang langsung bisa tembus delapan besar. Itu peningkatan yang sangat bagus,” ujar Galih saat dikonfirmasi awak media.
Meski mengapresiasi capaian tim, Galih mengakui muncul rasa pesimistis tipis karena Persibas harus menjalani laga berikutnya di kandang lawan.
“Rada pesimis sedikit, tapi semoga masih ada secercah harapan. Soalnya main tandang, itu pasti punya tantangan sendiri,” katanya.
Secara permainan, Galih yang sudah lama mendukung Persibas menilai performa tim cukup solid, terutama di lini pertahanan.
Namun, ia menilai sektor tengah masih perlu pembenahan. Menurutnya, tim membutuhkan penyambung bola yang lebih efektif, serta peran gelandang bertahan yang lebih kuat untuk menjaga keseimbangan permainan.
Terkait insiden pelemparan terhadap wasit pada laga terakhir Persibas di GOR Satria Purwokerto, Galih menegaskan bahwa aksi tersebut bukan berasal dari kelompok suporter inti Persibas.
Ia menyebut insiden tersebut terjadi dari tribun sebelah barat.
Sementara itu, menjelang laga tandang Persibas melawan Persak Kebumen, Galih berharap seluruh pemain mampu mencurahkan kemampuan terbaiknya. Suporter juga akan tetap memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan Banyumas.
“Eman-eman sudah sampai delapan besar, tinggal sedikit lagi ke putaran nasional,” ujarnya.