
CILACAP, SERAYUNEWS – Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Cilacap dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas kelompok binaan.
Salah satunya melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Sidat Unagi Kabayaki di Pusat Budidaya & Edukasi Sidat Panikel (PUSAKA), Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Kamis (6/8/2026).
Pelatihan diikuti anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) Mina Family Panikel sebagai upaya meningkatkan keterampilan mengolah sidat menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing, termasuk untuk memenuhi peluang pasar ekspor.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan komitmen Pertamina dalam memastikan setiap program pemberdayaan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Sudah menjadi standar kami untuk menciptakan nilai tambah dari setiap program pemberdayaan. Kebetulan komoditas unggulan di sini adalah ikan sidat, sehingga penting bagi kelompok tidak hanya menjual ikan dalam bentuk utuh, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menurut Agustiawan, olahan unagi kabayaki telah dikenal luas di pasar internasional sebagai produk premium. Karena itu, penguasaan teknik pengolahan menjadi bekal penting bagi kelompok binaan untuk memperluas peluang usaha.
“Kami berharap pelatihan ini semakin membuka wawasan peserta bahwa sidat memiliki potensi luar biasa jika diolah dengan baik. Semoga ke depan mampu melahirkan produk berkualitas yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengangkat potensi Kampung Laut,” tambahnya.
Ketua Poklahsar Mina Family Panikel, Lasmini, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi kelompoknya. Selama ini, pengolahan sidat masih dilakukan secara sederhana sehingga nilai jualnya belum optimal.
“Selama ini kami hanya menjual atau mengolah sidat dengan cara yang masih terbatas. Melalui pelatihan ini kami mendapat tambahan ilmu dan pengalaman baru, terutama bagaimana mengolah sidat menjadi unagi kabayaki yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ungkapnya.
Sesi pelatihan dipandu oleh Ningsih, narasumber dari Koperasi Mina Sidat Bersatu, Kaliwungu, Kedungreja, Cilacap.
Peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari memilih ikan sidat berkualitas, teknik fillet, proses pemanggangan awal, pengukusan (steam), hingga pemanggangan akhir untuk menghasilkan unagi kabayaki siap saji.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan seksama sambil berdiskusi mengenai teknik pengolahan, standar kualitas, hingga peluang pemasaran produk olahan sidat.
Melalui pelatihan ini, Pertamina Kilang Cilacap berharap kelompok binaan mampu mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, memperkuat daya saing usaha masyarakat pesisir, sekaligus menjadikan sidat Panikel sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu menembus pasar nasional maupun internasional.