
SERAYUNEWS — Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap terus memperkuat kompetensi operator kilang melalui pelatihan berbasis simulator dan sertifikasi nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap proses operasional berjalan aman, presisi, dan terkendali.
Di balik pasokan energi yang stabil ke seluruh Indonesia, terdapat peran vital operator yang mengelola unit berteknologi tinggi dengan tingkat risiko besar. Karena itu, perusahaan menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan strategis.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan Operator Training Simulator (OTS) untuk unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Fasilitas ini dirancang menyerupai kondisi nyata di lapangan.
Melalui simulator tersebut, operator tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga berlatih menghadapi berbagai skenario, mulai dari kondisi normal, gangguan operasi (upset), hingga situasi darurat.
Seluruh simulasi dilakukan dalam lingkungan aman, namun tetap menghadirkan tekanan dan kompleksitas seperti kondisi sebenarnya.
Manager Engineering & Development RU IV Cilacap, Jefri A. Simanjuntak, menegaskan pentingnya fasilitas ini dalam membentuk kesiapan operator.
“Operator di unit RFCC bekerja dengan sistem yang kompleks dan berisiko tinggi. Karena itu, mereka perlu dibekali tidak hanya pengetahuan, tetapi juga kepekaan dan keterampilan dalam mengambil keputusan. Simulator ini menjadi ruang belajar yang sangat penting untuk itu,” jelasnya saat peresmian fasilitas OTS Platforming & Kompetensi BNSP Bidang Pengoperasian Kilang Menggunakan Distributed Control System (DCS) untuk Unit RFCC, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan implementasi OTS di unit RFCC menjadi pijakan untuk pengembangan di unit lainnya.
“Kesuksesan implementasi OTS di unit RFCC ini berlanjut ke unit Platforming. Ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi melalui simulator menjadi kebutuhan penting dan akan terus kami kembangkan,” tambah Jefri.
Selain pelatihan berbasis simulator, peningkatan kompetensi operator juga diperkuat melalui sertifikasi berbasis standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Melalui proses ini, kemampuan operator diakui secara resmi, sekaligus memastikan mereka bekerja sesuai prosedur keselamatan yang ketat,” ucap Jefri.
Dalam pelatihan tersebut, operator dibekali berbagai kemampuan penting, mulai dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), komunikasi di lingkungan kerja, pemantauan sistem melalui Distributed Control System (DCS), hingga proses start-up, shutdown, serta penanganan gangguan pada unit RFCC.
General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, menegaskan bahwa investasi pada sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam menjaga keandalan operasional kilang.
“Di balik teknologi yang canggih, ada SDM yang menjadi penggerak. Kami ingin memastikan setiap operator memiliki kepercayaan diri dan kemampuan yang memadai untuk menghadapi berbagai kondisi. Karena pada akhirnya, keselamatan dan keandalan operasi bergantung pada kesiapan mereka,” ungkapnya.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga keselamatan kerja sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
Bagi para operator, fasilitas simulator tidak hanya menjadi tempat pelatihan, tetapi juga ruang untuk mengasah intuisi, melatih ketenangan, serta membangun keyakinan dalam mengambil keputusan di lapangan.