
WASHINGTON, SERAYUNEWS-Tidak bisa dipungkiri Prancis adalah tim dengan kemampuan penyerangan yang mengerikan sejauh ini. Dari statistik terlihat bahwa anak asuh Didier Deschamps ini memang tidak kaleng-kaleng kalau urusan penyerangan.
Seperti diketahui, Prancis memiliki lini serang yang mengerikan. Mereka memiliki Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Olise, Barcola, dan kadang Cherki. Mereka adalah pemain-pemain yang berkelas di masing-masing klubnya. Dembele bahkan adalah pemegang gelar Ballon d’Or dan pemain terbaik dunia FIFA.
Dengan lini serang yang membahayakan itu, tak heran Prancis menjadi kandidat serius juara Piala Dunia 2026. Secara statistik, terlihat bagaimana mengerikanya Prancis dalam hal penyerangan. Data FIFA menyebutkan bahwa mereka sudah membuat 13 gol dan menjadi yang terproduktif sejauh ini.
Dalam 13 gol itu, tercipta 12 assist. Artinya gol yang dibuat Prancis itu mayoritas adalah kerja sama pemain, bukan dari bola mati atau aksi individu murni. Jumlah assist itu terbanyak di antara kontestan lain. Hal itu membuktikan sekalipun diisi pemain berkelas, mereka tetap bisa kerja sama.
Prancis total telah mengoleksi 34 kali tembakan tepat sasaran ke gawang lawan. Hal itu terjadi selama empat pertandingan yang sudah dilakoni Prancis. Jumlah itu menjadi yang paling tinggi di antara tim lainnya.
Tim yang secara statistik penyerangan membayangi Prancis adalah Belanda dan Jerman. Sayangnya dua tim itu sudah tersingkir lebih dahulu. Sementara juara bertahan Argentina tidak memiliki statistik istimewa dalam penyerangan.
Aksi individu sangat kental dengan gol yang dibuat Argentina. Dari delapan gol yang sudah dibuat, hanya ada tiga assist. Artinya, lima gol lainnya tercipta karena aksi individu atau karena bola mati. Selama tiga pertandingan, Argentina juga hanya membuat 15 tembakan tepat sasaran.
Tapi Argentina cukup efisien. Hanya dengan 15 tembakan tepat sasaran, mereka mampu membuat delapan gol. Artinya dalam kurang dari dua kesempatan selalu tercipta gol.