
SERAYUNEWS- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan penuh kepada Tim Nasional (Timnas) Indonesia dalam menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dukungan tersebut mencakup berbagai program pengembangan yang telah disusun oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), mulai dari pembinaan pemain muda hingga penguatan ekosistem sepak bola nasional.
Komitmen itu kembali ditegaskan setelah Presiden Prabowo menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada 19 Juni 2026.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh aspek pendukung pengembangan Timnas Indonesia dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan penuh terhadap program-program pengembangan Timnas yang disusun PSSI,” ujar Qodari dalam konferensi pers, Selasa (23/6/2026).
Menurut Qodari, pemerintah tidak hanya fokus pada pembinaan pemain, tetapi juga mendorong penguatan kompetisi domestik serta dukungan kelembagaan yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia.
Ia menilai kolaborasi erat antara pemerintah, PSSI, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting untuk mewujudkan target besar Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.
Dia menjelaskan, sinergi antara pemerintah, federasi, dan jajaran pelatih menjadi modal utama untuk mengubah optimisme menjadi prestasi nyata melalui kerja keras, persiapan matang, dan target yang terukur.
Pertemuan antara Presiden Prabowo, Erick Thohir, dan John Herdman disebut menjadi langkah awal dalam menyusun strategi besar menghadapi babak kualifikasi yang akan dimulai pada September tahun depan.
Selain membahas persiapan Timnas Indonesia, Erick Thohir juga melaporkan perkembangan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
Menurut Erick, FIFA memberikan sinyal positif terhadap pencalonan Indonesia. Presiden Prabowo bahkan menyatakan kesiapan pemerintah untuk memberikan dukungan penuh agar Indonesia terpilih sebagai penyelenggara.
“Nah jadi Bapak Presiden mendukung. Bapak Presiden akan menyiapkan surat supaya nanti kita bisa dipilih oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah,” ungkap Erick dikutip dari laman PSSI.
Presiden juga meminta agar koordinasi segera dilakukan dengan berbagai kementerian terkait guna memperkuat peluang Indonesia menjadi tuan rumah ajang sepak bola bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo secara khusus menanyakan langsung kepada pelatih Timnas Indonesia mengenai kebutuhan tim dalam menghadapi agenda internasional mendatang.
Erick mengungkapkan bahwa Kepala Negara menegaskan seluruh program pengembangan Timnas yang dirancang PSSI harus mendapat dukungan maksimal, terutama untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030.
“Pokoknya semua program dari PSSI untuk pengembangan tim nasional, apalagi untuk persiapan 2030 yang sudah akan dimulai babak kualifikasinya tahun depan. Ini harus benar-benar kita jaga dan persiapkan,” kata Erick.
Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sepak bola sebagai salah satu prioritas pembangunan olahraga nasional.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyambut positif dukungan penuh yang diberikan Presiden Prabowo. Ia menilai perhatian pemerintah menjadi energi tambahan bagi skuad Garuda dalam mengejar target besar.
John menjelaskan Timnas Indonesia akan menghadapi sejumlah agenda penting dalam waktu dekat, termasuk turnamen AFF dan FIFA ASEAN.
Menurutnya, FIFA ASEAN 2026 harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kualitas terbaik di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
“FIFA ASEAN adalah turnamen yang harus kami menangkan untuk menunjukkan bahwa kami adalah yang terbaik di Asia Timur. Itu langkah penting yang harus kami ambil untuk membawa pulang trofi,” tegas John.
John Herdman menegaskan bahwa seluruh staf pelatih dan pemain saat ini memiliki satu fokus utama, yakni membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.
Ia menyebut mimpi tampil di panggung sepak bola terbesar dunia menjadi motivasi yang terus mendorong seluruh elemen tim untuk bekerja lebih keras setiap hari.
Menurut John, semangat besar yang ditunjukkan Presiden Prabowo mencerminkan harapan jutaan masyarakat Indonesia yang ingin melihat Garuda tampil di Piala Dunia.
“Kami memiliki 280 juta alasan untuk lolos ke Piala Dunia 2030, dan Presiden adalah salah satunya. Setiap hari kami terobsesi dengan target tersebut karena itu akan mengubah segalanya bagi negara ini,” ujarnya.
Dukungan pemerintah terhadap olahraga nasional tidak berhenti pada sepak bola. Muhammad Qodari mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah program strategis jangka panjang untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia secara menyeluruh.
Salah satu program unggulan yang tengah disiapkan adalah pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang akan menjadi pusat pencarian dan pembinaan atlet muda dari berbagai cabang olahraga.
Selain itu, pemerintah juga merancang program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang yang didukung skema pendanaan multiyears agar proses pembinaan atlet berlangsung lebih konsisten dan berkelanjutan.
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional pada masa mendatang.
Dukungan penuh Presiden Prabowo terhadap pengembangan Timnas Indonesia, peluang menjadi tuan rumah FIFA ASEAN 2026, serta penguatan sistem pembinaan atlet nasional menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin membawa olahraga Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Dengan sinergi antara pemerintah, PSSI, pelatih, pemain, dan masyarakat, Indonesia kini memiliki optimisme baru untuk mewujudkan mimpi besar tampil di Piala Dunia 2030 sekaligus memperkuat posisinya sebagai kekuatan sepak bola yang diperhitungkan di kawasan Asia.