
CILACAP, SERAYUNEWS-Mantan Bupati Cilacap Tatto S Pamuji menerima dipinang menjadi Manajer PSCS Cilacap. Hal itu diketahui dari unggahan Instagram Tatto S Pamuji pada Selasa (11/8/2026).
Dalam unggahannya Tatto mengatakan akan menempatkan kepentingan PSCS Cilacap di atas kepentingan pribadi. Dalam unggahan itu juga ada gambar Tatto bersama Chairman PSF Grup Gede Widiade yang menaungi PSCS Cilacap.
Sebelumnya manajemen PSCS Cilacap di bawah PSF Grup buka suara di tengah polemik mengenai status kepemilikan klub. Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun media sosial PSCS Cilacap Official, Chief Executive Officer (CEO) PSCS Cilacap Fanny Irawati menegaskan bahwa kepemilikan klub hingga saat ini tidak pernah beralih.
Dalam keterangannya, Fanny menjelaskan PSCS Cilacap diakuisisi secara sah pada 2022. Akuisisi tersebut, menurutnya, dilakukan atas permintaan sejumlah pejabat daerah dan Askab PSSI Cilacap saat itu agar klub kebanggaan masyarakat Cilacap tetap bertahan dan dapat terus berkompetisi.
“Sejak awal kami tidak memiliki kepentingan finansial maupun politik di Cilacap. Kami hadir untuk menjaga keberlangsungan klub kebanggaan masyarakat Cilacap,” tulis Fanny dalam pernyataan resminya. Pernyataan itu merespons pernyataan Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya.
Sebelumnya, Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya melalui akun media sosial pribadinya mengumumkan bahwa PSCS telah resmi menjadi milik Kabupaten Cilacap.
Ammy menyebut kepastian tersebut berdasarkan berita acara pendaftaran Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) yang terbit pada 20 April 2026.
“Sejak tanggal 20 April 2026 sebetulnya PSCS sudah resmi menjadi milik Kabupaten Cilacap. Sesuai berita acara pendaftaran Ditjen HKI yang mencakup klub sepak bola, sekolah sepak bola, organisasi permainan sepak bola, pendidikan olahraga di bidang sepak bola, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan sepak bola,” kata Ammy.
Menurut Ammy, kembalinya PSCS menjadi momentum membangun kekuatan sepak bola berbasis talenta lokal. Ia mengaku ingin memberi kesempatan lebih besar kepada putra-putra daerah dibanding mengandalkan pemain dari luar.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Cilacap membuka seleksi terbuka bagi pemain berusia 17 hingga 23 tahun di Stadion Wijayakusuma. Dari seleksi tersebut akan dipilih 25 pemain terbaik yang dipersiapkan memperkuat PSCS pada kompetisi musim mendatang.
Pernyataan resmi manajemen PSCS di bawah kendali PSF Grup dan keterangan Plt Bupati Cilacap tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan mengenai status kepemilikan klub.