
SERAYUNEWS – Bulan Ramadan selalu menghadirkan satu malam yang sangat dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, yakni malam Lailatul Qadar.
Malam ini memiliki kedudukan istimewa karena disebutkan secara langsung dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Dalam Surah Al-Qadr ayat 1–3 dijelaskan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam tersebut.
Nilai ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar bahkan disebut lebih besar dibandingkan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun lebih.
Karena itulah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan dengan harapan dapat meraih keberkahan malam yang sangat mulia tersebut.
Malam Lailatul Qadar juga dipercaya sebagai waktu turunnya malaikat ke bumi untuk membawa berbagai ketetapan dan keberkahan dari Allah SWT hingga terbitnya fajar.
Oleh sebab itu, malam ini sering dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta melakukan berbagai amal kebaikan.
Salah satu hal yang menarik dari Lailatul Qadar adalah waktu pastinya tidak diketahui secara pasti.
Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa malam tersebut sengaja dirahasiakan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Bahkan dalam beberapa riwayat hadis, pencarian tersebut lebih ditekankan pada malam-malam ganjil.
Jika merujuk pada kalender Ramadan 1447 Hijriah yang dimulai pada 19 Februari 2026 berdasarkan penetapan pemerintah Indonesia, maka sepuluh malam terakhir Ramadan diperkirakan dimulai pada awal Maret 2026.
Adapun malam-malam ganjil yang sering dianggap memiliki peluang besar terjadinya Lailatul Qadar antara lain:
Malam 21 Ramadan: Selasa malam, 10 Maret 2026
Malam 23 Ramadan: Kamis malam, 12 Maret 2026
Malam 25 Ramadan: Sabtu malam, 14 Maret 2026
Malam 27 Ramadan: Senin malam, 16 Maret 2026
Malam 29 Ramadan: Rabu malam, 18 Maret 2026
Meski demikian, tanggal pasti Lailatul Qadar tetap menjadi rahasia Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan.
Beberapa hadis juga menggambarkan tanda-tanda yang dipercaya muncul saat malam Lailatul Qadar terjadi.
Salah satunya adalah kondisi malam yang terasa tenang, tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.
Selain itu, pada pagi harinya matahari disebut terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan. Kondisi tersebut sering dijadikan petunjuk bagi sebagian orang untuk mengenali kemungkinan datangnya Lailatul Qadar.
Walaupun demikian, para ulama mengingatkan bahwa tanda-tanda tersebut tidak selalu dapat dipastikan secara mutlak.
Fokus utama umat Islam tetap pada meningkatkan kualitas ibadah dan kedekatan dengan Allah SWT.
Untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Beberapa amalan yang sering dilakukan antara lain melaksanakan shalat malam seperti tahajud dan witir, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memperbanyak doa.
Selain itu, banyak umat Muslim yang menjalankan i’tikaf di masjid sebagai bentuk pengabdian dan fokus beribadah.
I’tikaf biasanya dilakukan pada malam-malam terakhir Ramadan dengan tujuan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa yang juga sering dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA, yaitu doa memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dengan memanfaatkan sepuluh malam terakhir secara maksimal, umat Muslim berharap dapat memperoleh keberkahan, pengampunan dosa, serta pahala berlimpah yang dijanjikan pada malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.***