
SERAYUNEWS — Seorang pria ditemukan meninggal dunia di area persawahan depan embung RT 01 RW 03 Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis (4/6/2026) pagi.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Baturraden AKP Kuat Widodo mengatakan, korban diketahui berinisial DO (50), warga Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.30 WIB oleh seorang warga yang hendak memeriksa pohon pete di kebunnya.
“Saksi melihat bagian kaki seorang pria berada di aliran irigasi area persawahan depan Embung Desa Kebumen. Setelah itu saksi memanggil warga lainnya untuk memastikan kondisi korban,” ujar AKP Kuat Widodo.
Setelah menerima laporan dari warga, petugas Polsek Baturraden bersama pemerintah desa dan Koramil setempat segera mendatangi lokasi kejadian. Polsek Baturraden kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Banyumas dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Baturraden 1 untuk melakukan pemeriksaan awal.
Karena korban tidak membawa identitas, petugas melakukan identifikasi melalui pemeriksaan sidik jari. Hasilnya, korban diketahui bernama Daryanto, lahir di Banyumas pada 10 Agustus 1975.
“Dari hasil identifikasi sidik jari, korban berhasil diketahui identitasnya dan selanjutnya dibawa ke RS Margono Soekarjo Purwokerto menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis dan dokter dari Puskesmas Baturraden 1, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada luka akibat kekerasan. Diperkirakan korban meninggal dunia sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB,” jelasnya.
Petugas juga mendapati kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan kaku saat ditemukan.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit ayan atau epilepsi yang telah dideritanya selama puluhan tahun. Bahkan, menurut pihak keluarga, korban telah meninggalkan rumah sejak sekitar satu bulan terakhir.
“Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit ayan atau epilepsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan keluarga, korban diduga meninggal dunia karena sakit,” kata dia.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan telah menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.