Minggu, 28 November 2021

Proyek Islamic Center Purbalingga Lama Mangkrak? Ini Penjelasan Bupati

Pemkab Purbalingga saat bertemu dengan tim ahli dari ITB, membahas kelanjutan pembangunan proyek islamic center. (Amin)

Proyek pembangunan Islamic Center Purbalingga yang lama mangkrak, kembali dibahas. Pemkab Purbalingga mulai merencanakan kelanjutan pembangunannya. Pemkab telah menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk meredesain. Kelanjutan pembangunan tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki.


Purbalingga, serayunews.com

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan, telah melakukan pertemuan dengan tim dari ITB. Tim yang terdiri dari 6 orang ini, telah menarkan redisain.

“Review desain PIC diperlukan agar pembangunan PIC dapat dilanjutkan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemkab,” kata Tiwi.

Dalam pertemuan itu, Tiwi didampingi Sekda Herni Sulasti, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Agus Winarno, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Tiwi menyampaikan, pihaknya berkomitmen dalam kurun waktu 3,5 tahun ini PIC sudah dapat dimanfaatkan dengan memaksimalkan, terutama fungsi bangunan eksisting yang sudah ada.

Melalui kajian yang dilakukan, bangunan eksisting yang sudah ada akan dimaksimalkan sebagai masjid yang dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Pada desain sebelumnya, bagian tengah bangunan eksisting semula akan ditempatkan bangunan kakbah, namun pada review desain dimanfaatkan sebagai area masjid yang mampu menampung lebih dari 872 jemaah.

“Tim memberikan dua alternatif desain,” ujarnya.

Asisten tenaga ahli arsitektur DR-Ing. Andry Widyowijatnoko, ST, MT, IAI mengatakan, tim menyajikan dua alternatif pilihan desain PIC yang nantinya dapat dipilih sesuai anggaran yang disediakan. Kedua desain itu, lanjutnya, memanfaatkan bangunan utama replika Masjidil Haram dengan menutup atapnya menggunakan atap struktur membram atau perisai struktur baja.

“Desain pertama dengan konsep Green Mosque Design yang makmur dan instagramable. Desain bergaya industrialis mampu mendekatkan generasi milenial dengan nilai-nilai islami. Bangunan replika Masjidil Haram cukup untuk menjadikan Purbalingga Islamic Center berfungsi. Pada desain ini hanya perlu tambahan pekerjaan arsitektural dan sedikit pada pekerjaan struktural,” jelasnya.

Sementara itu, Surveyor tim ITB Ar. Gusti Yan Iwako, ST, MUD menuturkan, untuk alternative desain yang kedua, pihaknya membuat PIC lebih ikonik dengan konsep Islamic universal desain. Bangunan replika Masjidil Haram sebagai Islamic Center yang akan mampu hidup mandiri dari penyewaan hall untuk pernikahan, ruang pertemuan, coworking space, ruang kantor dan café yang ada.

“Nuansa bangunan Islamic universal design style yang harmonis dengan Masjidil Haram mudah dikenali sebagai bangunan masjid yang bercirikan asitektur Timur Tengah,” jelasnya.

Pada altrenatif desain kedua, cukup banyak elemen tambahan pada arsitektur dan struktur sehingga biaya keseluruhan jauh lebih besar dari alternatif pertama.
Setelah ditetapkan pilihan alternatif desain PIC yang dipaparkan tim ITB, nantinya akan ditindaklanjuti dengan pekerjaan Detail Engineering Design (DED) yang telah dianggarkan pada APBD Perubahan 2021.

Berita Terkait

Berita Terkini