
WONOSOBO, SERAYUNEWS-Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Geo Dipa Energi (Persero) resmi memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW). Proyek strategis nasional ini diharapkan memperkuat pasokan energi bersih sekaligus mendorong Indonesia menjadi produsen listrik panas bumi terbesar di dunia pada 2030.
Dimulainya proyek tersebut ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) di Area PAD 12 PLTP Dieng, Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Kamis (25/6/2026).
Prosesi dilakukan secara simbolis melalui penekanan tombol bersama oleh jajaran PT Geo Dipa Energi, perwakilan Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, serta mitra strategis internasional.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pembangunan PLTP Dieng Unit 2 merupakan bagian dari strategi pemerintah mempercepat transisi energi sekaligus mendukung target kemandirian energi nasional.
Menurutnya, tambahan kapasitas pembangkit ini akan memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) melalui pemanfaatan energi panas bumi yang ramah lingkungan.
“Proyek ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara dengan pemanfaatan energi panas bumi terbesar di dunia,” ujarnya.
Saat ini kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia mencapai sekitar 2,76 gigawatt (GW). Pemerintah menargetkan kapasitas tersebut meningkat menjadi sekitar 4,1–4,2 GW pada 2030 sebagai bagian dari pengembangan energi baru terbarukan.
PLTP Dieng Unit 2 dibangun melalui kerja sama operasi (Joint Operation/JO) PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Engineering dengan nilai investasi sekitar USD 350 juta.
Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas pembangkit beserta pengeboran sekitar 10 sumur produksi. Proyek ini juga didukung Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,3 triliun yang bersumber dari APBN serta pembiayaan dari Asian Development Bank (ADB).
Pekerjaan konstruksi efektif dimulai pada 29 Desember 2025. Hingga akhir Juni 2026, progres keseluruhan proyek telah mencapai 14,1 persen atau lebih cepat dari target yang direncanakan.
Kemajuan tersebut didorong oleh penyelesaian pekerjaan engineering yang telah mencapai 37,3 persen dan progres konstruksi lapangan sebesar 6,52 persen.
Dengan perkembangan tersebut, PT Geo Dipa Energi menargetkan Commercial Operation Date (COD) dapat dipercepat menjadi 28 Maret 2028, lebih awal dibandingkan rencana semula pada 2029.
Selain memperkuat bauran energi nasional, proyek PLTP Dieng Unit 2 diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo yang menjadi kawasan pengembangan panas bumi.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Muhammad Iqbal bersama jajaran Forkopimda dan DPRD turut hadir dalam groundbreaking sebagai bentuk dukungan terhadap proyek tersebut.
Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, mengatakan pembangunan pembangkit ini akan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Pada masa puncak konstruksi, proyek diperkirakan menyerap sekitar 800 tenaga kerja. Sesuai komitmen kontrak, sedikitnya 20 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal, dengan sebagian di antaranya merupakan pekerja perempuan sebagai bagian dari upaya mendorong kesetaraan kesempatan kerja.
Selain penyerapan tenaga kerja, pemerintah daerah juga akan memperoleh manfaat melalui skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), bonus produksi, serta berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Listrik yang dihasilkan PLTP Dieng Unit 2 nantinya akan disalurkan ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang melalui jaringan transmisi yang dibangun PT PLN (Persero).
Jaringan tersebut ditargetkan beroperasi pada 2027 hingga 2028 guna mendukung kebutuhan energi industri berbasis produk hijau atau green products yang semakin berkembang.
Yudistian menambahkan, pengembangan kawasan panas bumi Dieng tidak berhenti pada Unit 2. PT Geo Dipa Energi juga tengah menyiapkan pendanaan untuk pembangunan PLTP Dieng Unit 3 dan Unit 4.
Dengan potensi cadangan panas bumi mencapai sekitar 400 MW, kawasan Dieng dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin. PLTP Dieng Unit 2 diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya energi Indonesia yang mandiri, bersih, dan berkelanjutan,” kata Yudistian.