
SERAYUNEWS- Langkah PSIW Wonosobo harus terhenti sebelum babak 16 besar pada kompetisi musim ini. Kegagalan tersebut memicu beragam reaksi dari publik dan suporter.
Menyikapi situasi itu, Manajer PSIW Wonosobo, Ahmad Hamal Wincahyo, akhirnya buka suara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kabupaten Wonosobo.
Hamal mengakui tim belum mampu menampilkan performa terbaik sesuai harapan. Ia menilai hasil akhir menjadi tanggung jawab bersama, baik manajemen, pelatih, maupun pemain.
“Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh pecinta sepak bola Kabupaten Wonosobo. Kami belum bisa memberikan hasil terbaik, dan performa pemain belum maksimal sehingga PSIW gagal lolos ke babak 16 besar,” ujar Hamal dalam pernyataan resmi di instagramnya.
Menurut Hamal, kembalinya PSIW ke kompetisi resmi membawa ekspektasi besar dari masyarakat Wonosobo. Dukungan yang masif justru menjadi tekanan tersendiri bagi tim yang masih dalam proses pembentukan.
“Saya tahu harapan masyarakat sangat tinggi, dan saya, memohon maaf belum bisa memenuhinya, jika tahun depan masih diberi kesempatan Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi total agar kedepan bisa lebih baik lagi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kegagalan ini bukan akhir perjalanan PSIW, melainkan titik awal untuk berbenah. “Maaf telah mengecewakan. Tim sudah berjuang, tapi hasil berkata lain. Terima kasih atas kritik dan dukungan yang terus diberikan kepada kami,” tandasnya.
Dalam evaluasi awal, Hamal membeberkan sejumlah faktor yang memengaruhi performa tim. Ia menyoroti kondisi fisik pemain yang menurun pada laga-laga krusial, serta skema permainan yang tidak berjalan sesuai instruksi pelatih.
Hamal juga mengaku sedih karena target pribadinya juga tidak tercapai. Di lapangan terlihat beberapa pemain mengalami penurunan stamina, sementara skema yang dirancang pelatih tidak bisa dijalankan secara optimal.
Meski demikian, Hamal menegaskan para pemain tetap menunjukkan semangat juang hingga laga terakhir. Tim sudah berjuang sekuat tenaga, tetapi hasil di lapangan berkata lain.
“Saya juga sangat sedih dengan kekalahan ini. Target saya tidak tercapai, pemain loyo dan skema tidak berjalan sesuai instruksi pelatih, tapi tim sudah berjuang sekuat tenaga, mohon doa dan supportnya,” harapnya.
Kegagalan PSIW melaju lebih jauh memicu gelombang reaksi dari suporter. Media sosial dipenuhi komentar yang mencerminkan kekecewaan, kesedihan, hingga harapan agar PSIW bangkit lebih kuat musim depan.
Sebagian suporter menyampaikan apresiasi terhadap upaya manajemen yang dinilai telah “menghidupkan kembali” PSIW di kompetisi. Namun, tak sedikit pula yang mendesak evaluasi mendalam, termasuk kemungkinan perubahan di jajaran pelatih dan strategi tim.
Menanggapi kritik tersebut, Hamal menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan publik. Kritik dari suporter adalah bentuk kepedulian. Itu menjadi bahan evaluasi penting bagi kami agar PSIW bisa berkembang.
Pihaknya memastikan manajemen tidak akan menutup mata terhadap kelemahan tim. Ia menyebut evaluasi total menjadi agenda utama pascamusim, mencakup aspek teknis, nonteknis, hingga manajemen tim.
Kekalahan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh agar ke depan PSIW bisa tampil lebih kompetitif. Ia juga berharap dukungan masyarakat tetap mengalir agar proses pembenahan bisa berjalan maksimal.
Menatap musim depan, Hamal berharap dirinya dan seluruh elemen PSIW masih diberi kesempatan untuk membuktikan komitmen membangun tim kebanggaan Wonosobo.
“Mohon doa dan dukungannya. Semoga tahun depan kami diberi kesehatan dan kelancaran rezeki sehingga bisa melakukan pembenahan secara total dan mewujudkan harapan masyarakat Wonosobo,” pungkasnya.