
SERAYUNEWS – Bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain menandai awal tahun baru Hijriah, Muharram juga termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.
Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah.
Menjelang datangnya Muharram 1448 Hijriah, banyak umat Muslim mulai mencari informasi mengenai puasa Muharram berapa hari yang dianjurkan untuk dilaksanakan.
Pertanyaan ini kerap muncul karena terdapat beberapa jenis puasa sunnah yang bisa dikerjakan selama bulan Muharram dengan keutamaan yang berbeda-beda.
Selain memperoleh pahala, puasa di bulan Muharram juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan serta memulai tahun baru Hijriah dengan semangat memperbaiki diri.
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Dalam ajaran Islam, bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan atau dikenal sebagai Asyhurul Hurum.
Keistimewaan Muharram tidak hanya terletak pada posisinya sebagai awal tahun Hijriah. Rasulullah SAW juga menyebut bulan ini sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah, yang menunjukkan kemuliaannya dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Karena memiliki keutamaan besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh selama Muharram. Berbagai ibadah seperti puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, hingga memperbanyak istighfar menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Momentum pergantian tahun Hijriah juga sering dimanfaatkan untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah agar menjadi lebih baik di masa mendatang.
Pertanyaan mengenai puasa Muharram berapa hari sebenarnya tidak memiliki satu jawaban yang bersifat wajib. Umat Islam dapat menjalankan puasa sunnah selama bulan Muharram sesuai kemampuan masing-masing.
Namun, para ulama menjelaskan bahwa terdapat beberapa tingkatan pelaksanaan puasa Muharram yang dianjurkan.
Tingkatan paling utama adalah berpuasa selama tiga hari, yakni pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Pelaksanaan ini mencakup puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram, puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, serta puasa pada tanggal 11 Muharram sebagai penyempurna.
Apabila tidak mampu menjalankan tiga hari puasa tersebut, umat Islam tetap dianjurkan melaksanakan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Kombinasi ini dianggap sebagai salah satu bentuk pelaksanaan sunnah yang sangat dianjurkan.
Sementara bagi yang memiliki keterbatasan tertentu, puasa pada tanggal 10 Muharram atau puasa Asyura saja juga tetap diperbolehkan dan memiliki keutamaan yang besar.
Dengan demikian, puasa Muharram dapat dilakukan selama satu hari, dua hari, atau tiga hari. Bahkan sebagian umat Islam memilih memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram sesuai kemampuan masing-masing.
Selain Tasu’a dan Asyura, umat Islam juga dapat memperbanyak puasa sunnah lainnya selama Muharram.
Salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Puasa ini memiliki keutamaan tersendiri dan dapat menjadi tambahan amal saleh selama Muharram.
Sebagian umat Islam juga memilih berpuasa pada awal bulan Muharram atau memperbanyak puasa sunnah Senin dan Kamis selama bulan tersebut.
Semua amalan tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan mengisi bulan Muharram dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah.
Demikian informasi tentang berapa hari puasa muharram. Semoga bermanfaat.***