
SERAYUNEWS–Festival Film Purbalingga (FFP) kerja bersama Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya melalui program MTN Asah Bakat Kementerian Kebudayaan menggelar Pelatihan Pemutaran Film (Layar Tanjleb) bagi pemuda desa Banyumas Raya. Kegiatan diselenggarakan pada Sabtu-Minggu, 13-14 Juni 2026 di Bioskop Misbar Purbalingga,
Pada kesempatan itu, mengundang 13 perwakilan pemuda desa dan kelurahan se-Banyumas Raya yang baru mengikuti pelatihan dan 29 perwakilan pemuda desa dan kelurahan yang sudah ikut pelatihan tahun sebelumnya untuk bersama-sama ikut menentukan jadwal layar tanjleb FFP 2026. Sehingga nanti total akan ada 42 ditambah satu titik desa untu pembukaan FFP yang akan digelar 4 Juli-1 Agustus 2026.
Salah satu peserta pemuda desa dari Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga Saful Aziz merasa bahagia berkumpul dan bersenda-gurau bareng pemuda desa lain se-Banyumas Raya yang sama-sama sebagai pemutar film. “Kami, para pemuda desa selalu menunggu kemeriahan gelaran Layar Tanjleb FFP,” ungkapnya.
Berturut-turut selama dua hari, materi pemutaran film disampaikan para pemateri. Direktur FFP Bowo Leksono menyampaikan materi “Penulisan Artikel Layar Tanjleb” dan “Penulisan Surat Resmi”, kemudian pegiat CLC Purbalingga Nanang Budi Santoso memberikan materi “Manajemen Pemutaran Film” dan “Teknis Pemutaran Film”. Dilanjut pemateri yang juga pegiat CLC Purbalingga Lukman Maulana memberikan materi “Teknik Dokumentasi Layar Tanjleb”.
Selain itu dihari kedua, sesi pagi, ada “Praktik Mendirikan Layar” yang terletak di hutan kota sebelah Taman Kota Usman Janatin Purbalingga. Disusul pemateri Content Manager Platform Vidsee Arie Kartikasari menyampaikan “Programing Film”. Sebagai penutup yaitu Penentuan Jadwal Layar Tanjlleb FFP 2026.
“Memang rata-rata peserta Pelatihan Layar Tanjleb FFP ini baik yang sudah pernah melakukan pemutaran maupun yang belum, rata-rata belum pernah membuat program film. Lalu saya pancing dengan tantangan praktik seolah membuat program film ya jadi terlihat antusiasnya,” ujar Content Manager platform Viddsee Arie Kartikasari.
Sementara Asisten Promotor Bidang Film MTN Seni Budaya Mirta Parahita mengatakan, kegiatan ini sangat penting karena bisa mengembangkan ekosistem dan komunitas yang ada. “Dengan cara pengalaman yang pemuda dapatkan bisa disebarkan kepada sesama pemuda lain di tempat mereka berada,” ungkapnya.
FFP 2026 diselenggarakan CLC Purbalingga didukung MTN Asah Bakat Kementerian Kebudayaan dan didukung Bioskop Misbar Purbalingga serga didukung komunitas Sangkanparan Cilacap dan Art Film Banjarnegara.
Direktur FFP Bowo Leksono mengungkapkan, upaya mengajak banyak pemuda desa untuk terbiasa memutar film di desanya adalah upaya menjadikan FFP milik semua warga. “Karena pada hakekikatnya, FFP bukan hanya milik segelintir orang tau milik sekelompok orang saja, namun untuk semua,” tutur direktur CLC Purbalingga ini.