Senin, 18 Oktober 2021

Puslat Askab PSSI Purbalingga Akan Dimentori Langsung oleh Mantan Pelatih PSSI-19, Guntur Cahyo Utomo

Ketua Harian Askab PSSI Purbalingga Mugi Ari Purwono bersama mantan pelatih PSSI U-19 Guntur Cahyo Utomo (tengah) dan pelatih Puslat Askab PSSI Faizal Fatron Naser. (Amin)

Mantan pelatih PSSI U-19 Guntur Cahyo Utomo akan dihadirkan untuk menjadi mentor pemusatan latihan (Puslat) Askab PSSI Purbalingga. Hal ini merupakan bagian wujud keseriusan Askab PSSI Purbalingga dalam pembinaan. Nantinya, selain menjadi Mentor pelatih berlisensi A ini juga akan menjadi pembicara, pada acara workshop kepelatihan di Purbalingga.


Purbalingga, serayunews.com

Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga HR Bambang Irawan, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Guntur. Pada program Puslat, nantinya yang bersangkutan akan menjadi mentor.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan beliau. Mas Guntur menyatakan siap untuk menjadi mentor di Puslat dan juga workshop bagi pelatih yang akan kami laksanakan bulan Oktober ini,” kata Bambang Irawan, didampingi Ketua Harian Mugi Ari Purwono dan pelatih Puslat Faizal Fatron Naser, Senin (4/10/2021).

Guntur yang saat ini juga menjadi Kepala Development Center PSS Sleman juga akan menjadi pembicara dalam workshop kepelatihan di Purbalingga. Guntur dinilai kompeten, dengan segudang pengalaman dalam pembinaan sepakbola usia dini dan muda. Guntur saat ini merupakan pelatih dengan lisensi A dari AFC.

“Kehadiran Guntur diharapkan bisa memberikan ilmu baru kepada pemain hasil seleksi yang akan mengikuti Puslat,” ujarnya.

Mengenai workshop, rencananya akan diberikan kepada pelatih Sekolah Sepakbola (SSB) dan Puslat. Tujuannya agar ada kesamaan persepsi dalam melaksanakan pembinaan sepakbola usia dini dan muda di Purbalingga.

“Mas Guntur sangat antusias dan siap membantu pembinaan sepakbola di Purbalingga,” lanjutnya.

Saat ditemui tim pelatih Puslat Askab PSSI Purbalingga, Guntur juga memberikan apresiasi kepada PSSI Purbalingga yang melakukan inovasi melaksanakan Puslat. Karena menurutnya sangat jarang Askab PSSI yang melakukannya.

“Karena Puslat ataupun Pusdiklat itu lebih banyak dilakukan oleh sektor swasta,” ujar Guntur.

Seperti diketahui Askab PSSI Purbalingga fokus pada pembinaan internal terutama usia dini dan muda. Oleh karena itu dilaksanakan seleksi pemain untuk mengikuti Puslat. Dari hasil seleksi didapatkan 110 pemain yang akan mengikuti tahapan Puslat Masing-masing terdiri untuk Puslat A (kelahiran 2000-2003) 30 pemain, Puslat B (2004-2006) 30 pemain, Puslat C (2007-2008) 25 pemain dan Puslat Wanita (1999-2006) 25 pemain.’ Pemain-pemain ini diharapkan akan menjadi kerangka tim di kompetisi berjenjang yang akan kami ikuti tahun depan,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini