
SERAYUNEWS – Angin puting beliung menerjang Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/1/2026) petang.
Akibat bencana tersebut, 169 rumah warga mengalami kerusakan, bahkan empat rumah dilaporkan rata dengan tanah.
Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (17/1/2026) pagi, rumah terdampak tersebar di sejumlah wilayah, dengan kerusakan terparah berada di Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Kotayasa.
Salah satu warga terdampak, Kinanti, warga RT 3 RW 3 Desa Kotayasa, menuturkan angin datang secara tiba-tiba saat hujan deras hendak turun. Ia sempat mengira pusaran hitam tersebut hanyalah plastik yang terbawa angin.
“Kejadiannya pas mau hujan deras, saya dari dapur lihat ke depan kok ada warna hitam-hitam muter-muter, awalnya saya kira plastik. Lama-lama muter terus, habis itu anginnya gede banget. Cepat banget kejadiannya,” ujar Kinanti.
Terjangan angin menyebabkan bagian gudang dan dapur rumah Kinanti ambruk, sementara atap seng terbang dan belum ditemukan. Dari empat orang yang berada di dalam rumah, sebagian mengungsi ke rumah kerabat karena trauma dan khawatir terjadi angin susulan.
“Anak saya yang nomor dua ngungsi ke rumah budenya. Kalau saya di sini, kebetulan ada bagian atap yang nggak terbang. Tapi tidurnya nggak bisa nyenyak, takut kejadian lagi,” katanya.
Kinanti mengungkapkan peristiwa angin kencang sebelumnya pernah terjadi di wilayah tersebut, namun tidak separah kejadian kali ini.
Hingga Sabtu pagi, ia mengaku belum menerima bantuan selain pembersihan awal oleh tim SAR pada Jumat malam.
Camat Sumbang, Hermawan Novianto, memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerusakan rumah mayoritas terjadi pada bagian atap yang terlepas dan terbawa angin.
“Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 17.15 WIB dan berlangsung kurang lebih lima menit. Dari hasil pendataan sementara, terdapat 169 rumah dari 69 kepala keluarga yang terdampak, dengan empat rumah mengalami rusak berat,” jelas Hermawan.
Untuk penanganan bencana, sejak Jumat petang telah dilakukan pembersihan material bangunan dan pencarian atap rumah warga.
Pada Sabtu pagi, ratusan personel gabungan dari BPBD Banyumas, TNI, Polri, relawan, serta pemerintah desa kembali diterjunkan untuk penanganan lanjutan di RW 2 dan RW 3 Desa Kotayasa.
Hermawan menambahkan, sejumlah warga sempat mengungsi sementara ke rumah tetangga dan keluarga. Selain itu, sempat dilakukan pemadaman listrik guna mengantisipasi bahaya kabel terkelupas akibat angin kencang.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Banyumas mendirikan dapur umum di Balai Desa Kotayasa untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak. Hingga kini, proses pendataan kerusakan masih terus dilakukan guna menentukan skema bantuan lanjutan.