Senin, 4 Juli 2022

Ratusan Napi di Nusakambangan Gunakan Hak Pilih

Kapolres Cilacap
Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto SIk pantau proses pemungutan suara di Lapas Besi Nusakambangan, Rabu (15/2/2017). Foto : Humas Polres Cilacap

CILACAP,SERYUNEWS.COM-Sebanyak 416 narapidana yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Cilacap juga menggunakan hak pilihnya. Di Lembaga Pemasyrakatan (Lapas) pulau Nusakambangan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cilacap mendirikan lima TPS. Proses pemungutan di masing masing TPS yang berada di lima Lapas pulau Nusakambangan dijaga ketat personil Polri dan TNI.

Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto Sik dan tim pengamatan wilayah dari Polda Jateng, bahkan turun langsung memantau proses pemungutan suara di Lapas pulau Nusakambangan. Kapolres mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan secara langsung jalannya pemungutan suara di dalam lapas Nusakambangan ini berjalan lancar,aman dan kondusif.

Baca juga  Jarnas ABW Cilacap Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024

“Tujuan kedatangan rombongan ini untuk mengecek proses pelaksanaan pemungutan suara di Lapas Nusakambangan,” ungkapnya, Rabu (15/2/2017).

Terpisah, Ketua KPUD Kabupaten Cilacap, Sigit Kwartianto menjelaskan, KPUD mendirikan enam TPS di penjara Nusakambangan dan Cilacap. Lima TPS di Pulau Nusakambangan untuk lima penjara dan satu TPS di penjara Kelas 2 B Cilacap. Resiko keamanan pada proses pemungutan suara di Lapas tidak sebesar Pemilu Legislatif atau Pilpres. Pasalnya, jumlah pemilih di penjara jauh berkurang. Berbeda dengan Pileg atau Pilpres yang diikuti hampir seluruh napi, kecuali Napi Warga Negara Asing (WNA).

Baca juga  31 Desa pada 15 Kecamatan di Purbalingga Akan Gelar Pilkades Serentak, Ini Daftarnya

“Jumlah pemilih per penjara yang hanya antara 50 hingga 100 orang. KPUD sudah berkoordinasi dengan kepolisian hingga TNI untuk pengamanan TPS di dalam Lapas,” katanya.(adi)

Berita Terkait

Berita Terkini