SERAYUNEWS – Korlantas Polri mengumumkan penghentian sistem contraflow di Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya dari KM 55 hingga KM 65, Rabu (2/4/2025) mulai sore ini.
Dengan berakhirnya rekayasa lalu lintas ini, kondisi lalu lintas di kedua arah sudah kembali normal.
Langkah ini diambil setelah dilakukan evaluasi situasional oleh pihak kepolisian.
Penghentian contraflow yang dimulai pukul 14.03 WIB bertujuan untuk mengoptimalkan arus kendaraan serta mengurangi risiko kecelakaan di jalur tersebut.
Korlantas Polri mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap menjaga jarak aman, memperhatikan batas kecepatan, dan selalu waspada terhadap kondisi jalan.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk memastikan saldo e-toll mencukupi agar tidak mengalami kendala saat transaksi di gerbang tol.
“Kami mengapresiasi peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Mari tetap tertib dan disiplin di jalan raya,” ujar Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam keterangannya di laman Korlantas Polri.
Lebih lanjut, Kakorlantas menjelaskan bahwa arus mudik tahun ini berjalan dengan baik dan jumlah kecelakaan mengalami penurunan.
Namun, pihaknya tetap mengantisipasi potensi kecelakaan pada arus balik dengan mengevaluasi berbagai strategi rekayasa lalu lintas, termasuk contraflow, one way lokal, dan one way nasional.
“Kami diperintahkan untuk melakukan analisa dan evaluasi terhadap berbagai metode rekayasa lalu lintas guna memastikan kelancaran arus balik dan menekan angka kecelakaan,” jelas Irjen Pol Agus.
Sebagai bagian dari pengamanan arus balik, Korlantas Polri telah menerjunkan personel khusus di beberapa titik rawan kepadatan, terutama di KM 37 hingga KM 70.
Pengawasan juga diperketat di rest area guna menghindari kepadatan yang berlebihan.
Selain itu, Korlantas telah menyiapkan skenario pengalihan arus melalui jalur fungsional dari Sadang hingga KM 34.
Jalur ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di KM 66 dan memperlancar pergerakan kendaraan dari arah Bandung.
“Kami akan mengalihkan arus balik dari Bandung sebelum KM 66 Cikampek dengan memanfaatkan jalur tol fungsional Sadang hingga KM 34.
Ini bertujuan untuk mencegah penumpukan kendaraan di titik rawan macet,” tutupnya.
Dengan berbagai langkah strategis ini, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan.***