
CILACAP, SERAYUNEWS – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Desa Segaralangu, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Senin (10/8/2026) malam. Dalam peristiwa tersebut, empat ekor kambing ikut mati terbakar.
Rumah yang terbakar merupakan milik Tugiman, seorang buruh yang tinggal di Dusun Dukuhsawah, Desa Segaralangu. Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan warga pertama kali mengetahui kebakaran setelah mendengar suara letupan seperti bambu terbakar.
“Setelah keluar rumah, saksi melihat kandang kambing milik korban sudah terbakar. Api kemudian menjalar ke bagian dapur rumah,” kata Gatot, Selasa (11/8/2026).
Warga sempat berusaha memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api dengan cepat membesar sehingga warga kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.54 WIB. Pos Damkar Sidareja langsung mengerahkan personel menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Setelah menerima laporan, petugas Pos Damkar Sidareja langsung menuju tempat kejadian kebakaran untuk melakukan pemadaman dengan dibantu unsur terkait dan warga sekitar,” jelasnya.
Petugas kemudian berjibaku memadamkan api hingga berhasil dikendalikan. Dalam proses pemadaman dan pendinginan, petugas menghabiskan sekitar 3.000 liter air.
Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka pada manusia. Namun, Tugiman mengalami kerugian karena rumah dan empat ekor kambing miliknya terbakar.
Bangunan rumah berukuran sekitar 6 x 9 meter mengalami kerusakan akibat kebakaran.
“Kerugian meliputi rumah dengan ukuran kurang lebih lebar 6 meter dan panjang 9 meter serta empat ekor kambing. Total kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 48 juta,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan awal petugas, kebakaran diduga bermula dari aktivitas membakar sampah di dekat kandang kambing.
Api dari pembakaran sampah diduga merambat ke kandang hingga kemudian menjalar ke bagian dapur rumah. Petugas mengategorikan dugaan penyebab kebakaran tersebut sebagai human error atau kelalaian manusia.
Gatot mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama jika lokasi pembakaran berdekatan dengan bangunan, kandang ternak, tumpukan material mudah terbakar, maupun permukiman.
“Api dari pembakaran sampah harus dipastikan benar-benar padam dan jangan dilakukan di dekat benda atau bangunan yang mudah terbakar,” imbaunya.
Peristiwa kebakaran di Desa Segaralangu tersebut menjadi pengingat bagi warga untuk tidak meninggalkan aktivitas pembakaran sampah tanpa pengawasan. Kelalaian kecil dapat memicu api membesar dan menimbulkan kerugian material yang cukup besar.