
SERAYUNEWS – Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Desa Banjarsari RT 01 RW 06, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Minggu (21/6/2026) siang. Kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik saat rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, melalui laporan petugas menyampaikan bahwa informasi kebakaran diterima pada pukul 12.03 WIB.
“Setelah menerima laporan, Regu 2 Pos Damkar Wangon langsung berangkat menuju lokasi pukul 12.05 WIB untuk melakukan pemadaman,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Petugas tiba di lokasi pukul 12.35 WIB dengan waktu respons sekitar 30 menit dan jarak tempuh kurang lebih 18 kilometer. Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.55 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi Sudarso Ali dan Jono, saat kejadian rumah milik Ruswanto (60) dalam keadaan kosong karena pemilik sedang berada di Kebumen.
Sekitar pukul 11.55 WIB, saksi melihat asap keluar dari dalam rumah. Saat hendak melakukan pengecekan, terdengar suara ledakan dari dalam bangunan yang disusul kobaran api membesar.
“Saksi kemudian berteriak meminta bantuan warga. Warga berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas damkar tiba di lokasi,” kata Andaru.
Ketua RT setempat, Jono, kemudian menghubungi Damkar Induk yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut ke Pos Damkar Wangon.
Dari hasil pendataan awal, kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seorang saksi bernama Sudarso Ali mengalami luka pada bagian kaki akibat terkena pecahan kaca saat membantu proses penanganan awal.
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Dalam proses pemadaman, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Regu 2 Pos Damkar Wangon, Regu 1 Damkartan Induk, serta warga setempat yang membantu penanganan di lokasi kejadian.
Petugas mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama saat bangunan ditinggal dalam keadaan kosong, guna mengantisipasi risiko kebakaran akibat korsleting listrik.