
SERAYUNEWS – Nasib malang menimpa Paiman Suparjo (60), warga Desa Bantar, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Rumah tinggalnya ludes dilalap api pada Minggu (22/3/2026) malam.
Saat kejadian sekitar pukul 19.15 WIB, Paiman sedang tidak berada di tempat karena tengah berkunjung ke rumah anaknya.
Kobaran api pertama kali disadari oleh seorang warga setempat, Agus (42). Api sudah terlihat berkobara di atas atap rumah korban. Sontak, warga pun bahu-membahu mencoba memadamkan api dengan alat seadanya.
Warga lainnya, Riyanti, melaporkan peristiwa tersebut ke petugas Damkar. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi pukul 19.35 WIB.
Kepala UPT Damkar Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, mengonfirmasi bahwa dugaan kuat penyebab kebakaran adalah kegagalan sistem kelistrikan.
“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, api dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi di bagian atap. Karena material bangunan dan isinya yang mudah terbakar, api cepat membesar,” ujar Andaru.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp80 juta. Harta benda mulai dari satu unit sepeda motor, 1,5 ton padi, perhiasan emas, hingga uang tunai gagal diselamatkan.
Saat ini, aparat setempat tengah berkoordinasi dengan Pemkab Banyumas untuk pengajuan bantuan darurat bagi korban.
Andaru Budilaksono, menghimbau kepada masyarakat terkait keamanan kelistrikan. “Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting, terutama pada instalasi rumah yang sudah berumur atau tidak sesuai standar SNI. Pengecekan rutin sangat penting untuk mencegah tragedi serupa,” kata Andaru.