
SERAYUNEWS – Open casting film komedi Landasan produksi SKAK Studios di Menara Teratai Purwokerto, Minggu (25/1/2026), menjadi momentum penting bagi geliat industri kreatif di Banyumas.
Bupati Banyumas Sadewo menyatakan dukungan penuh terhadap proyek film yang diproduseri Bayu Skak tersebut karena dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah.
Sadewo menegaskan, kehadiran produksi film skala nasional di Banyumas tidak hanya berdampak pada promosi daerah, tetapi juga menggerakkan sektor perhotelan, UMKM, dan jasa lokal.
Pemkab Gratiskan Lokasi Wisata untuk Syuting
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Banyumas menggratiskan seluruh lokasi wisata milik daerah untuk keperluan syuting film Landasan.
“SKAK Studios memang mengupayakan mengangkat budaya-budaya lokal dibuktikan dengan pemain-pemainnya 80 persen dari lokal, bahasanya 80 persen dari lokal,” kata Sadewo, disela acara casting, di Menara Teratai, Minggu siang.
Ia menyebut produksi film yang berlangsung sekitar 30 hari dengan ratusan kru akan memberi dampak ekonomi signifikan.
“Dampak bagi Banyumas banyak. Hotel lokal laku, UMKM makanan, syuting di sini selama 30 hari dan krunya sekitar 300 orang. Kan nginep di sini,” kata dia.
Sadewo juga mendorong agar agenda budaya daerah dapat terintegrasi dalam alur cerita film, termasuk peringatan Hari Jadi Banyumas.
“Tanggal 15 Februari 2026 ada perayaan Hari Jadi Banyumas 2026, kita Kirab Pusaka Banyumas, mungkin bisa dijadikan salah satu bagian dari scene di film,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi film dengan agenda budaya akan memperkuat identitas lokal Banyumas di tingkat nasional.
Sementara itu, sutradara sekaligus produser Bayu Skak mengungkapkan pemilihan Banyumas sebagai pusat produksi film Landasan didasari oleh kombinasi antusiasme masyarakat, keindahan lanskap, dan kemudahan birokrasi.
“Karena antusiasnya sangat tinggi dan di sisi lain, landscape-nya bagus sekali. Banyak sekali yang bisa kita eksplor di filmnya,” ujar Bayu.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Banyumas yang mempermudah proses produksi hingga ke wilayah desa.
“Banyak bantuan-bantuan juga dari Pemkab Banyumas jadi kami enak untuk ke daerah dan ke desa-desa di Banyumas,” katanya.
Film Landasan akan menonjolkan dialek Banyumasan serta isu sosial yang dikemas dalam balutan komedi khas Bayu Skak. Komposisi pemain pun didominasi talenta lokal.
“Total seluruh pemain 80 persen dari lokal Banyumas dan sekitarnya tapi harus ada kombinasi dengan artis yang bisa bahasa Jawa,” kata Bayu.
Dengan konsep lokal yang kuat dan dukungan penuh pemerintah daerah, film Landasan diharapkan tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi etalase budaya Banyumas di layar lebar nasional.