
SERAYUNEWS- Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali menjadi sorotan tajam pasar modal pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, setelah mengalami penurunan signifikan yang mengejutkan investor.
Pada sesi awal perdagangan, saham ANTM tercatat terjun bebas lebih dari 12%, mencatat salah satu koreksi harian terdalam di tengah tekanan komoditas global.
Data perdagangan menunjukkan saham ANTM bergerak jauh di bawah level penutupan sebelumnya, mencerminkan aksi jual besar oleh pelaku pasar.
Penurunan ini terjadi serentak dengan kontraksi harga logam mulia di pasar global yang ikut memberikan sentimen negatif terhadap sektor pertambangan emas domestik.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
Pergerakan saham ANTM tak bisa dilepaskan dari dinamika harga emas dunia yang belakangan bergejolak tajam. Penurunan harga emas spot di pasar internasional sekaligus menekan minat investor terhadap saham-saham tambang emas, termasuk ANTM.
Pelemahan harga emas ini turut memicu aksi jual saham-saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia, di mana saham MDKA dan BRMS juga menunjukkan koreksi tajam seiring pasar global yang melemah.
Investor domestik dan asing dipaksa mencermati ulang strategi mereka, khususnya karena koreksi ini datang setelah reli harga emas dan sentimen teknikal global yang berubah cepat dalam beberapa hari terakhir.
1. Reaksi Sentimen Global
Harga emas dunia turun secara tajam dalam beberapa pekan terakhir, menekan sektor tambang emas karena ekspektasi pendapatan perusahaan mungkin ikut tergerus. Penurunan ini turut berdampak pada saham ANTM yang dilihat sebagai saham komoditas sensitif terhadap harga emas.
2. Aksi Jual dari Investor
Koreksi harga emas memicu take profit di bursa Indonesia serta mengurangi minat beli dari investor institusional maupun ritel. Sentimen ini diperparah dengan kondisi pasar global yang masih mencari arah setelah data ekonomi terbaru di AS dan sentimen suku bunga The Fed.
3. Divergensi Harga Emas Fisik vs Saham
Meski di pasar fisik harga emas batangan Antam sempat melonjak secara domestik, dinamika tersebut belum mampu mengangkat kembali kepercayaan pasar modal terhadap saham ANTM dalam jangka pendek. Pergerakan harga saham cenderung dipengaruhi oleh harga emas global dan sentimen makro lebih kuat daripada pergerakan harga emas batangan di pasar ritel.
Penurunan tajam ini membuat banyak investor ritel dan institusional harus menimbang ulang portofolio mereka:
Investor jangka pendek kemungkinan akan mencari titik support untuk cut loss atau take profit di level lebih rendah.
Investor jangka menengah melihat ini sebagai peluang buy on weakness jika fundamental ANTM tetap kuat dan harga emas stabil kembali.
Beberapa analis menyarankan agar investor tetap disiplin dengan risk management yang ketat, karena volatilitas harga emas global dan geopolitik masih menjadi faktor utama pergerakan saham-saham tambang emas.
Meski koreksi tajam memberikan tekanan jangka pendek, banyak pengamat masih melihat peluang pemulihan apabila harga emas global kembali stabil atau mengalami rebound.
Support teknikal kunci dalam jangka menengah akan menjadi fokus utama pelaku pasar sebelum tren ganas ini berhenti dan berbalik arah lagi.
Penurunan saham ANTM pada Selasa, 3 Februari 2026 menunjukkan bahwa pasar modal sangat sensitif terhadap perubahan harga emas global dan sentimen makro ekonomi.
Investor harus lebih cermat dalam mengatur strategi, mempertimbangkan baik risiko maupun potensi pembalikan tren di masa mendatang.