
SERAYUNEWS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto mencatat capaian besar dalam pengamanan dan legalisasi aset perkeretaapian sepanjang tahun 2025.
Total lahan yang berhasil disertipikatkan mencapai 950.010 meter persegi dengan nilai aset menembus Rp499.187.879.000.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, KAI Daop 5 Purwokerto mencatat sertipikasi aset lahan seluas 710.768 meter persegi.
Lonjakan luas lahan tersertipikasi ini menegaskan komitmen KAI Daop 5 Purwokerto dalam memperkuat legalitas serta pengamanan aset negara yang dikelola oleh perusahaan.
Program sertipikasi aset dinilai strategis untuk memastikan seluruh tanah milik KAI memiliki kepastian hukum, sekaligus mencegah potensi sengketa dan penguasaan tidak sah.
Tidak hanya fokus pada pensertipikatan, sepanjang tahun 2025 KAI Daop 5 Purwokerto juga melaksanakan penertiban aset dengan total luas mencapai 36.614,2 meter persegi.
Penertiban aset tersebut memiliki nilai sebesar Rp55.609.750.040 dan menjadi bagian dari upaya optimalisasi serta perlindungan aset perkeretaapian.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menegaskan bahwa seluruh aset tanah dan bangunan yang dikelola KAI merupakan amanah negara yang wajib dijaga secara optimal.
“Proses pensertipikatan dan penertiban ini merupakan langkah nyata kami untuk memastikan semua aset yang dimiliki berada dalam status yang jelas dan sah. Sehingga dapat mendukung kelancaran operasional dan keberlanjutan perusahaan,” kata As’ad.
Ke depan, KAI Daop 5 Purwokerto akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta pendampingan hukum dari kejaksaan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kepastian hukum atas status aset tanah sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan berbagai persoalan aset perkeretaapian.
“KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen untuk terus menjaga dan mengamankan aset perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap negara, sekaligus mendukung penyelenggaraan layanan perkeretaapian yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tutup As’ad.