
SERAYUNEWS-Prihatin akan kondisi sampah di wilayahnya, sekumpulan anak muda Desa Balun, Kecamatan Wanayasa yang tergabung dalam Komunitas Sampah Modern dan Terorganisir (Samosir), terus berupaya untuk mewujudkan lingkungan bersih, termasuk dengan mendorong warga sekitar untuk peduli terhadap sampah.
Tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah, Samosir juga mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang ramah lingkungan.
Penggiat Samosir, Mokhamad Yusuf Vira mengatakan, permasalahan sampah menjadi persoalan yang harus diatasi dari sumbernya, yakni rumah tangga. Mendasar pada perhitungan kasar yang dilakukannya, sampah yang dihasilkan satu rumah biasanya mencapai 1 – 1,5 kilogram setiap hari. Dari jumlah tersebut, 30 persennya adalah sampah anorganik, seperti plastik.
“Langkah awal, kami mengedukasi ke rumah-rumah warga dan memberikan kantong untuk memisahkan sampah organik dan anorganik,” katanya, Jumat (23/1/2026).
Dari dua jenis sampah tersebut, sampah dijadikan produk bernilai jual. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik diubah menjadi paving block dan asbak.
“Kalau sampah plastik untuk sekarang ini kita buat menjadi paving block dan asbak, karena permintaanya cukup besar. Ke depan kami juga berencana membuat meja, kursi dan vas dari sampah plastik ini,” katanya.
Menurutnya, paving block yang dibuat dari sampah plastik ini lebih kuat dan tahan lama, karena daya tekannya sudah diuji dan tidak mudah pecah. “Paving block kami pernah dipesan TNI untuk garasi kendaraan, seperti tank dan mobil-mobil besar,” ujarnya.
Dari pengelolaan sampah yang dilakukan Samosir ini, menilai dan dampaknya cukup terlihat. Warga sudah tidak membuang sampah sembarangan, tentunya kebersihan lingkungan pun jadi lebih baik.
“Aneh kalo di wilayah pegunungan seperti Wanayasa ini sampai banjir. Dulu, Desa Balun ketika hujan besar, pasti genangan airnya luar biasa, saluran tersumbat sampah. Sekarang alhamdulillah kondisi sudah lebih baik,” katanya.
Didukung Lazismu (Lembaga Zakat Muhammadiyah), Samosir juga giat melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menanamkan edukasi tentang penanganan sampah sejak dini agar lingkungan bersih dan sehat serta bisa menjadi produk yang memiliki nilai jual.