
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Cilacap resmi meniadakan agenda open house Idulfitri 1447 Hijriah di Pendapa Wijayakusuma. Kebijakan ini diambil menyusul Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan pemkab.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Cilacap, Annisa Fabriana, mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan langsung dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya.
“Petunjuk beliau bahwa open house ditiadakan. Ini lebih kepada menghormati situasi yang memang terlihat tidak memungkinkan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Ia menegaskan, peniadaan open house bukan berarti pemerintah daerah menjauh dari masyarakat, melainkan bentuk empati atas kondisi yang tengah terjadi.
“Bukan berarti Plt Bupati membatasi jarak dengan masyarakat. Tapi kita semua sedang dalam kondisi prihatin,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab memastikan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-170 Kabupaten Cilacap tetap digelar. Agenda ini dinilai memiliki nilai historis dan melibatkan partisipasi masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pada 27 Maret 2026 dengan semaan Al-Qur’an, dilanjutkan upacara peringatan dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.
“Rangkaian sudah dijadwalkan oleh panitia dan tetap berjalan. Karena itu adalah momentum hari jadi kita bersama sebagai warga Cilacap,” jelasnya.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT di lingkungan Pemkab Cilacap dan menetapkan Bupati serta Sekretaris Daerah sebagai tersangka. Keduanya diduga terlibat dalam kasus pemerasan terkait pengumpulan tunjangan hari raya (THR).
Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan berdampak langsung pada sejumlah kebijakan pemerintahan daerah, termasuk pembatalan open house Lebaran.
Pemkab berharap masyarakat memahami keputusan tersebut sebagai upaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Dengan ditiadakannya open house tahun ini, masyarakat diajak tetap merayakan Idulfitri secara sederhana namun penuh makna, serta menjaga solidaritas di tengah situasi yang dihadapi bersama.