
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Sawah Sirodek di Dusun Kuyukan, Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, tengah menjadi destinasi favorit baru bagi masyarakat yang ingin nongkrong menikmati suasana sore nan syahdu di tengah hamparan persawahan.
Berawal dari unggahan media sosial di TikTok dan Instagram, kawasan yang sebelumnya hanya dikenal sebagai jalan usaha tani itu kini dipadati pengunjung hampir setiap sore.
Pemandangan sawah hijau yang membentang luas, saluran irigasi yang jernih, serta deretan pohon kelapa menjadi daya tarik utama kawasan ini. Saat cuaca cerah, panorama matahari terbenam semakin mempercantik suasana dan menjadi latar favorit untuk berfoto maupun membuat konten media sosial.
Fenomena tersebut membuat Sawah Sirodek dijuluki sebagai hidden gem baru di Purbalingga. Tidak hanya warga lokal, pengunjung dari luar daerah pun mulai berdatangan untuk merasakan suasana santai di kawasan tersebut.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga dapat mencicipi berbagai kuliner yang dijajakan pedagang di sepanjang jalan persawahan. Beragam makanan ringan, minuman segar, hingga jajanan tradisional dijual dengan harga yang terjangkau sehingga membuat suasana nongkrong semakin nyaman.
Salah seorang pengunjung, Yatini, warga Ciberem, Sumbang, Banyumas mengaku datang ke Sawah Sirodek karena penasaran setelah melihat unggahan di media sosial.”Awalnya tahu dari teman dan TikTok. Jadi penasaran, akhirnya ke sini. Tadi bahkan sempat kesasar sebelum menemukan lokasinya,” ujarnya sambil tertawa.
Menurutnya, suasana yang ditawarkan sesuai dengan ekspektasi. Hamparan sawah yang masih alami membuat kawasan tersebut cocok dijadikan tempat melepas penat selepas beraktivitas.”Recommended buat healing sore. Pemandangannya bagus, banyak pilihan jajanan juga. Enak buat ngobrol santai sambil menikmati alam,” katanya.
Meski demikian, ia berharap pengelolaan kawasan dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, penataan area parkir dan penyediaan tempat sampah menjadi hal yang perlu diperhatikan seiring meningkatnya jumlah pengunjung.”Kalau parkir lebih ditata lagi akan lebih nyaman. Tempat sampah juga perlu ditambah supaya pengunjung lebih mudah menjaga kebersihan,” tambahnya.

Viralnya Sawah Sirodek juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil. Kehadiran ratusan pengunjung setiap sore membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar yang berjualan makanan dan minuman.
Salah satu pedagang, Efri Nurdianto, mengaku mulai berjualan di kawasan tersebut sekitar tiga minggu terakhir. Menurutnya, antusiasme pengunjung membuat omzet penjualannya meningkat signifikan.”Alhamdulillah omzet di sini bisa dua kali lipat dibanding jualan biasa. Sangat membantu pedagang,” ungkap Efri.
Ia mengatakan, hingga saat ini kawasan Sawah Sirodek masih belum dikelola secara resmi. Pedagang pun masih bisa berjualan tanpa dikenai biaya lapak maupun retribusi.”Belum ada pengelolaan resmi. Paling dari pemerintah desa mengimbau supaya semua menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan bersama,” katanya.
Dengan semakin populernya Sawah Sirodek, warga berharap kawasan ini dapat berkembang sebagai destinasi wisata berbasis alam tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai area pertanian.Penataan parkir, penyediaan tempat sampah, serta pengelolaan kawasan menjadi beberapa hal yang dinilai penting agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menghormati aktivitas petani juga menjadi faktor utama agar pesona Sawah Sirodek tetap lestari serta terus memberikan manfaat bagi warga Desa Limbangan.