Jumat, 12 Agustus 2022

Sedang Pasang Baut, Pekerja di Kawasan Industri Cilacap Tewas

CILACAP,SERAYUNEWS.COM-Jangan sepelekan perlengkapan keselamatan saat bekerja. Keselamatan bahkan nyawa tergantung dari sabuk keselamatan kerja seperi Full Body Harnes. Dalam beberapa hari terakhir, mereka yang terbiasa bekerja di ketinggian, tewas terjatuh. Seperti yang terjadi pada Jumat (21/7/2017) pagi di sekitar area kantor Pertamina Lubricants Kawasan Induntri Cilacap (KIC).

Korban saat berada di IGD RSI Fatimah. Foto : Istimewa

Seorang pekerja proyek di Kawasan Industri Cilacap (KIC), tewas setelah terjatuh dari rangka bangunan. Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka parah di bagian kepala. Korban yang diketahui bernama Edi Muharno itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Cilacap. Namun naas, pria berusia sekitar 40 tahunan ini menghembuskan nafas terakhirnya di ruang IGD RSI Fatimah Cilacap.

Baca juga  Kejang Usai Minum Obat Kuat, Pria asal Purbalingga Ini Meninggal di Ranjang Kost di Baturraden

Rekan kerja korban, Rianto mengungkapkan , peristiwa itu bermula saat korban hendak memasang baut ke rangka bangunan. Sekitar pukul 10.00 WIB, tiba tiba Edi sudah terjatuh dari perancah (scaffolding), struktur sementara yang digunakan untuk menyangga pekerja dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung.

Menurutnya, korban saat itu sudah mengenakan Harnes (Sabuk Keselamatan), tetapi Rianto tidak mengetahui apakah Harnes tersebut sudah terpasang dengan benar.

“Posisi saya waktu itu di bawah korban tidak melihat ke atas. Tidak tau bagaimana, tiba tiba saja korban dibawah disamping saya.  Harnesnya waktu di bawa RSI saja masih terpakai, ” ungkapnya.

Sejumlah pekerja dan petugas keamanan kemudian melarikan korban ke RSI Fatimah. Saat tiba di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI Fatimah, korban sudah dalam kondisi tidak sadar. Begitu petugas medis mengecek kondisinya, ternyata korban sudah tak bernyawa.

Baca juga  Entah Apa yang Merasukinya, Rumah di Purbalingga Ini Ludes Dilalap Api Karena Pemilik Sengaja Membakar Kasur di Kamar 
Keponakan Korban, Samingan turut mengantar jenazah ke Pengadegan Purbalingga. Foto : serayunews.com

Keponakan korban, Samingan (32) yang juga bekerja di lokasi tersebut mengatakan, Pamannya sudah bekerja selama tiga bulan di Cilacap. Saat kejadian, Samingan berada di area yang berberda dengan lokasi kerja korban. Setelah dimandikan dan di salati di RSI Fatimah, jenazah korban langsung dibawa ke Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga menggunakan mobil ambulan. Korban meninggalkan tiga orang anak dan satu istri.

“Tidak terlalu tinggi sebenarnya, kurang lebih sekitar enam meter. Saya juga tidak tau persis kronologi kejadian, tau-tau Paman saya dilarikan ke RSI Fatimah,” jelasnya.

Setelah dimandikan dan disalati, jasad korban dibawa mobil ambulan RSI Fatimah untuk diserahkan keluarga yang berada di Pengadegan. Foto : Serayunews.com
Baca juga  Hilang Tiga Hari, Kakek 75 Tahun di Gumelar Banyumas Ditemukan Meninggal di Curug Kedungurang

Kapolsek Cilacap Tengah AKP Aceng Rohman yang ditemui wartawan di RSI Fatimah menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Saat ini, petugas berada di lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi.

“Kronologi dan penyebabnya masih diselidiki petugas yang berada di TKP,” jelasnya.

Saat serayunews.com menghubungi kembali pada Jumat (21/7/2017) untuk mengkonfirmasi perihal tersebut melalui panggilan telepon dan pesan singkat, Kapolsek belum memberikan jawaban.

Baca Juga :

Kesetrum Lalu Jatuh dari Lantai 2, Pekerja Bangunan di Kroya Tewas

Terjatuh di Pekarangan Mertua, Penderes Asal Patimuan Tewas

Terjatuh Saat Olahraga Lari, Pelajar SMK di Sampang Tewas

 

Berita Terkait

Berita Terkini