
SERAYUNEWS – Sejarah Ndalem Pangeranan patut kita tengok. Ndalem Pangeranan merupakan sebuah rumah pribadi milik keluarga besar Bupati Banyumas ke-17.
Apa sajakah cerita di balik kediaman ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Melansir dari unggahan video Camat Banyumas, Oka Yudhistira Pranayudha @okayudhis, pada 27 Januari 2024, tempat ini merupakan rumah pribadi dari keluarga besar Pangeran Adipati Aria Mertadiredja III.
Untuk menikmati masa pensiun, Mertadireja III membangun sebuah tempat tinggal sederhana di Jalan Budi Utomo No.297, Banyumas, Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tepatnya di sebelah timur Tembok Kantor Kecamatan Banyumas.
Usai Mertadireja III wafat, rumah yang sangat bersejarah ini ditinggali oleh putranya yang juga sebagai Bupati Banyumas ke-18 (periode 1913-1933) yaitu Pangeran Arya Gandasoebrata.
Setelah itu, putra dari Gandasoebrata yaitu Sudjiman Mertadiredja menjadi Bupati Banyumas ke 19. Namun, yang menempati rumah ini adalah Sudirman Gandasoebrata (adik dari Sudjinan), karena Sudjiman pindah ke Purwokerto.
Selanjutnya, Camat Oka Yudhis mengajak berkeliling ke sudut rumah. Menurutnya, tempat ini merupakan rumah yang luar biasa, karena menyimpan banyak sejarah, buku koleksi, dan foto dokumentasi di masa itu.
Tak hanya itu, Keluarga Gandasoebrata terkenal memiliki pandangan modern terkait dengan pendidikan. Bahkan, putra beliau yakni Sudarman dan Sudirman ialah mahasiswa lulusan Fakultas Hukum, Universitas Leiden, Belanda.
Berdasarkan buku yang dibacanya yaitu karangan Prof. Sugeng, bahwa Eyang Sudirman itu adalah orang indonesia pertama lulusan Fakultas Hukum, Universitas Leiden, Belanda.
Sementara itu, di rumah ini terdapat seperangkat alat gamelan, peninggalan bupati ke-17 Banyumas. Konon katanya, alat gamelan gong akan berbunyi sendiri ketika ada kejadian-kejadian besar di wilayah Kabupaten Banyumas.
Dalam video tersebut, Camat yang di lantik tahun 2019 itu menunjukkan gamelan yang usianya hampir 2 abad ini dan berjumlah dua set. Gamelan pertama buatan tahun 1827, yang kedua buatan 1842 silam.
Kemudian, kepemilikan Ndalem Pangeranan sekarang adalah milik Yayasan Gandasoebrata. Beberapa bagian rumah kondisinya masih bagus, tapi beberapa juga sudah ada yang mengalami kerusakan.
Itulah sejarah Ndalem Pangeranan yang perlu kita tahu.***