
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banyumas menggelar tes urine deteksi dini di Gedung DPRD Kabupaten Banyumas pada Senin (6/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 71 peserta yang terdiri dari 41 anggota dewan dan 30 pegawai sekretariat. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika.
Pelaksanaan tes urine yang menggunakan alat uji enam parameter ini merupakan buah kolaborasi antara BNN dan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Sinergi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Banyumas, Rizki Hastono, menjelaskan bahwa kegiatan serupa rutin dilakukan secara berkala. Sasaran program ini tidak hanya lingkungan DPRD, tetapi juga menyasar berbagai dinas dan sekolah di Kabupaten Banyumas.
“Ini sebagai contoh bahwa DPRD Kabupaten Banyumas mendukung kegiatan pencegahan pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Rizki menambahkan, untuk sementara hasil tes urine seluruh peserta negatif. “Untuk OPD yang sudah dilakukan di antaranya Bapeda, Baperida, dan Balai konservasi di Baturaden. Semua hasilnya negatif,” jelasnya.
Sepanjang tahun 2026, BNN menargetkan sekitar 1.125 hingga 1.250 orang di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan menjalani tes urine ini secara bertahap.
Selain agenda tes urine, Kepala BNN Kabupaten Banyumas, Kombes Pol. Iwan Irmawan, S.I.K., M.Si., juga hadir dalam Rapat Paripurna DPRD untuk memaparkan capaian kinerja instansinya.
Pemaparan tersebut mencakup berbagai upaya komprehensif yang telah dilakukan BNN lewat bidang. Meliputi Pencegahan, Pemberdayaan masyarakat, Rehabilitasi, Pemberantasan.
Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Agus Priyanggodo (Nova), menyampaikan apresiasi atas program dan capaian kinerja BNN tersebut. Apresiasi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara DPRD, Pemkab Banyumas, dan BNN dalam menyukseskan program P4GN demi mewujudkan Banyumas yang bersih dari narkoba.
Secara keseluruhan, kegiatan deteksi dini ini menjadi wujud komitmen bersama untuk membangun budaya kerja yang berintegritas, serta mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.