
SERAYUNEWS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, mendorong para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk menguasai minimal satu bahasa asing. Kemampuan tersebut dinilai penting agar aparatur sipil negara mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan persaingan global di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Sadmoko saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III Formasi Tahun 2024 di Gedung Diklat Praja Kabupaten Cilacap, Jumat (9/1/2026). Menurutnya, masa depan Cilacap sangat ditentukan oleh kualitas para aparatur yang saat ini tengah dipersiapkan menjadi PNS.
“Kita ingin memastikan calon PNS ini menjadi PNS yang andal. Hitam putihnya Cilacap ke depan sangat tergantung pada mereka semua,” kata Sadmoko.
Ia menegaskan, CPNS harus bekerja dengan berorientasi pada nilai-nilai dasar ASN berakhlak, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, yang dibingkai dengan prinsip becus dan tatag. Dengan nilai-nilai tersebut, Sadmoko optimistis Kabupaten Cilacap akan berkembang pesat dalam tiga dekade mendatang.
“Kami sangat optimis, Cilacap 30 tahun ke depan akan menjadi daerah yang semakin bercahaya dan maju besar,” ujarnya.
Sadmoko juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dan berinovasi di tengah perubahan yang cepat. Ia mengingatkan bahwa organisasi pemerintah daerah tidak akan berkembang tanpa inovasi yang berkelanjutan.
“Inovation or die. Inovasi atau mati. Kalau organisasi pemerintah daerah ini tidak ada inovasi, tentu tidak akan ada kemajuan,” tegasnya.
Dalam konteks itu, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting bagi ASN. Sadmoko menilai, tanpa kemampuan bahasa asing, aparatur akan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan global yang semakin kompetitif.
“Minimal satu bahasa asing harus dikuasai. Bisa bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Prancis, Jerman, atau bahasa asing lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Pelatihan Dasar CPNS Formasi 2024 di Kabupaten Cilacap diikuti oleh 137 peserta. Latsar dilaksanakan melalui empat tahapan, yakni pembelajaran mandiri selama sembilan hari kerja, pembelajaran e-learning selama 19 hari kerja, tahap aktualisasi selama 30 hingga 40 hari, serta pembelajaran klasikal selama enam hari kerja di Sasana Diklat Praja Kabupaten Cilacap.
Materi pelatihan mencakup kurikulum pembentukan karakter CPNS untuk mendukung terwujudnya smart government, sekaligus penguatan kompetensi teknis sesuai bidang tugas masing-masing peserta.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cilacap, Bayu Prahara, mengatakan pelaksanaan latsar menggunakan metode blended learning, yakni pembelajaran di dalam dan luar kelas. Pola ini merupakan hasil kerja sama dengan BPSDMD Provinsi Jawa Tengah.
“Selama empat bulan ke depan, CPNS akan mendapatkan materi kepemimpinan, inovasi, serta teknologi informasi sebagai bekal melaksanakan tugas di masing-masing organisasi perangkat daerah,” kata Bayu.
Bayu menambahkan, pelaksanaan latsar untuk CPNS masih akan berlanjut pada angkatan berikutnya. Namun, pelaksanaannya menyesuaikan dengan kondisi anggaran daerah yang mengalami efisiensi pada tahun 2026.
“Kami berharap pengajuan anggaran bisa direalisasikan pada perubahan APBD 2026 atau di tahun 2027, sehingga masih ada sekitar 100 CPNS lagi yang dapat mengikuti latsar pada angkatan selanjutnya,” pungkasnya.